KISAH SEBELUM DAN PASCA BENCANA LONGSOR Cisarua, Bandung Barat MASIH PERLU ULURAN BANTUAN
JABARSATU.COM — Bak sebuah peribahasa, tidak setiap keindahan melahirkan kebaikan, dan tidak setiap keburukan berujung pada kehancuran. Gunung Burangrang, dengan hamparan hijau yang asri, pepohonan yang rimbun, serta lahan pertanian yang tersusun rapi, selama ini menghadirkan wajah alam yang menenangkan dan memikat.
Namun, di balik keelokannya, tersimpan potensi petaka yang kelak menjelma menjadi duka mendalam.
Pada dini hari, tepat pukul 02.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan Cisarua. Warga Kampung Pasir Kuning, Desa Pasir Langu, terlelap dalam tidur ketika tiba-tiba suara gemuruh disertai dentuman keras memecah keheningan malam. Suara itu datang tanpa aba-aba, membungkam sunyi dan melahirkan kepanikan.
Menurut kesaksian Pak Wawan (65), warga asli Desa Pasir Langu, suara gemuruh tersebut kian lama kian menguat. Awalnya, warga mengira suara itu berasal dari pesawat yang melintas. Namun, guncangan tanah yang terasa jelas menimbulkan keganjilan. Ketika pandangan diarahkan ke lereng Gunung Burangrang, tampak pergerakan massa tanah yang meluncur cepat ke bawah. Saat itulah warga menyadari bahwa bencana longsor tengah terjadi.
Pak Wawan menuturkan, longsor terjadi sebanyak dua kali, yakni pada pukul 02.00 WIB dan 02.30 WIB. Longsor susulan kedua membangunkan seluruh warga dari tidur mereka. Dalam kepanikan, warga berhamburan keluar rumah, sebagian berteriak, menangis histeris, dan berlari menuju tempat yang dianggap aman. Tak satu pun sempat menyelamatkan harta benda—kepanikan telah melumpuhkan segalanya.
Fakta Bencana dan Penanganan
Bencana tanah longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengakibatkan 70 orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya dinyatakan hilang. Hujan lebat berkepanjangan menyebabkan tanah menjadi jenuh, memicu runtuhan besar dari lereng Gunung Burangrang.

Wawan warga yang menjadi saksi langsung peristiwa longsor Kampung Pasir Kuning. Desa pasir langu kec: Cisarua Bandung Barat/i


















