Bincang Energi dan Launching METI Energi Muda dengan tema "Mengelola Bonus Demografi melalui Transisi Energi Berkeadilan," di Kampus ITB, Bandung, Jumat, 30 Januari 2026. /Julkifli Sinuhaji/PR
Jawa Barat Dipilih Jadi Titik Awal Gerakan Energi Hijau, Punya Potensi Lengkap
JABARSATU.COM – Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Zulfan Zahar mengatakan Jawa Barat merupakan wilayah paling strategis untuk memulai transformasi energi hijau di Indonesia.
Kelengkapan potensi sumber daya alam (SDA) dan ekosistem akademik menjadi alasan utama provinsi ini dijadikan titik awal (start pertama) gerakan transisi energi nasional.
Zulfan menyebutkan, Jawa Barat memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki semua daerah, yakni keberagaman sumber energi terbarukan yang sudah siap dikembangkan secara masif.
Kita mulai dari yang adem-adem dulu,” ujarnya kepada wartawan seusai Bincang Energi dan Launching METI Energi Muda dengan tema “Mengelola Bonus Demografi melalui Transisi Energi Berkeadilan,” di Kampus ITB, Bandung, Jumat, 30 Januari 2026.
“Dan memang kita berharap Jawa Barat itu menjadi awal pertama kita, kemudian nanti ke Jawa Tengah, kemudian juga ke Jawa Timur,” tambahnya.
Selain faktor alam, Zulfan menyoroti peran strategis perguruan tinggi di Jawa Barat dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi.
Melalui inisiatif bernama Beta Muda, berencana merangkul berbagai universitas di Jawa Barat untuk membangun dasar kekuatan intelektual muda di bidang IPTEK.
“Dari universitas kita bisa membangun generasi-generasi muda yang memang sudah punya ilmu IPTEK. Jawa Barat menjadi start pertama kita sebelum pindah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tambahnya.
Model pengembangan yang diusung METI adalah supply-driven (berbasis pasokan). Artinya, infrastruktur energi hijau dibangun terlebih dahulu tanpa harus menunggu permintaan (demand) muncul.
Dengan tersedianya pasokan energi bersih yang melimpah di Jawa Barat, lanjut Zulfan, investor khususnya industri teknologi tinggi seperti data center diyakini akan datang dengan sendirinya. Zulfan mengatakan strategi energi hijau ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal seperti penciptaan lapangan kerja ramah lingkungan, kepastian investasi hingga kemandirian energi.
“Jadi demand-nya mengikuti berarti pertumbuhan terjadi. Begitu pertumbuhan terjadi berarti green jobs terjadi. Begitu itu terjadi maka di wilayah-wilayah yang memang diharapkan terjadi pertumbuhan itu jelas, bisa diukur pertumbuhannya,” ujarnya.***
DWI VERSI INDRAJIT
OLEH JAYA SUPRANA*)
Ternyata bukan hanya Srikandi dan Gatotkaca yang beda versi Mahabharata dengan versi pewayangan Jawa, tetapi Indrajit juga beda versi Ramayana...