Home Bandung ARTERIA, KODE ETIK & JATI DIRI URANG SUNDA

ARTERIA, KODE ETIK & JATI DIRI URANG SUNDA

596
0
Rita Rossie aktivis Perempuan Bandung

JABARSATU.COM – Menyikapi Yang Terhormat Arteria Dahlan yang menghimbau untuk MEMECAT salah satu pejabat di Kejati hanya karena berbicara memakai bahasa Sunda, sontak membuat saya bertanduk,.

Ini orang apa ya maksudnya?

Kalau sekadar teguran atau surat peringatan, mungkin itu lebih masuk akal dan tidak terkesan RASIS,.

Jadi inget sebuah link berita dimana dia katanya melanggar kode etik, meski sampai sekarang kelanjutannya entah bagaimana.

Saya juga penasaran bagaimana reaksi dia, menyikapi sebuah judul berita dimana Jokowi dan Ganjar juga memakai bahasa Jawa saat ketemu dengan kepala desa di suatu tempat, yang tentu saja di daerah Jawa kali ya?

Kalau dia ngeless itu bukan rapat,
Lha saya mau nanya, memang acara itu gak dibiayain sama negara?

Sebagai rakyat jelata, tentu saya merasa sangat miris dan prihatin, dimana keringat kita yang diperas lewat pajak salah satunya adalah untuk memfasilitasi oknum wakil rakyat yang maaf maaf… Songongnya Ultima.
Masih teringat jelas bagaimana dia ngata-ngatain Prof. Emil Salim dengan kata “sesat”, lalu kalau tidak salah pernah juga bilang “bangsat” sama salah satu pejabat Kemenag.

Hellooow,. Apa sudah demikian bobrok mental kita, pada saat kata-kata yang tidak seharusnya keluar dari seorang yang katakanlah wakil rakyat demikian niradab dan teu gableg cedo kalau kata Orang Sunda.

Apalagi yang mulia dan terhormat Arteria ini berada di komisi 3, katanya.,
Tugas dia adalah mempetahankan kerukunan salah satunya, bukan malah bikin statement yang berpotensi memecah belah.

Lalu saat ini, bagaimana Urang Sunda akan bersikap?
Bukan mau memperbesar hal-hal yang dianggap kecil oleh sebagian orang, tapi lebih ke harga diri dan juga tata titi seorang pejabat publik.

Kita punya sistem untuk urusan mecat memecat, dan bukan hanya karena cuitan seorang pejabat.

Di tengah kondisi negeri yang tidak baik2 saja, seharusnya para pendukung rezim bisa lebih hati-hati dalam berucap,
Agar bisa menarik simpati dan bukan antipati.

Cag ah..

Rita Rossie

MWT,18/1/22

Previous articleCEKIK BAPAK, SUBURKAN ANAK
Next articleMenghina Bahasa SUNDA: Ada Provokator Politik Tak Beradab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.