Home Bandung MEMBUMIKAN BATIK MELALUI GRIMPON MARKET II BATIK DAY

MEMBUMIKAN BATIK MELALUI GRIMPON MARKET II BATIK DAY

298
0

JABARSATU.COM – GRIMPON MARKET II BATIK DAY. Grimpon atawa Griya Minggu Pon adlaah market pada penyelenggaraan kedua kali ini mengusung tema Batik. Konsep ini diangkat untuk memperingati penghargaan UNESCO tentang Batik Indonesia dan mensosialisasikan batik di masyarakat melalui penyelenggaraan pasar, dimana penyelenggara panitia dan pedagang wajib mengenakan kainbatik dengan berbagai fariasinya. Masih dalam suasana Newnormal maka tetap mengaplikasi protokol kesehatan.

Acara berlangsung dalam Panggung Budaya 006 utama menyajikan berbagai barang antik dan unik jaman dahulu, Saung Budaya 006 sebagai tempat pameran kain batik koleksi warga sekitar. Berikut sebagai wahana lomba mewarnai motif batik tingkat TK dan SD, Workshop Batik, Fashion, Optik dan Stand Kuliner

Seperti kita tahun Batik merupakan warisan budaya non bendawi dari UNESCO yang disyahkan pada tanggal 2 Oktober 2009 di Abudabi, Uni Emirad Arab (UEA). UNESCO menyebutkan bahwa“ batik adalah warisan Kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpice of the Oral and Intangibel Cultural Heritage of Humanity) dari Indonesia dengan memenuhi tiga unsur utama penilaian dari beberapa kriteria yang digunakan yaitu: ​Tradisi Lisan. Proses batik secara umum merupakan keilmuan yang diwariskan secara turun temurun melalui tradisi lisan yang dilakukan dari generasi ke generasi berikutnya. Kenyataan ini tidaklah sulit dapat kita temukan bahwa para pengusaha batik yang berkiprah hingga kini merupakan warisan dari orang tua, kakek, kakek buyut dan seterusnya.
​Kegunaan ini dan keterlibatan batik dalam fungsi pemakaian sakral dan profan di Indonesia pada masa lalu dan hingga saat ini masih bertahan, sepertihalnya di keraton masa perkembangan kerajaan Islam. Cirebon, Yogyakarta dan Solo yang masih konsiten menggunakan berbagai motif khusus yang dipergunakan dalam beberapa kesempatan utamannya kepentingan seremonial/upacara tradisi. Pun demikian dengan keberlangsungan aktifitas adat yang berjalan di masyarakat. Dimana setiap motif batik, memikili makna filosofis yang sarat dengan do’a dan kekhususan dalam pemakaiannya.

Batik  sendiri dikerjakan dengan kemampuan ketrampilan tangan yang tinggi serta dihasilkan oleh orang-orang yang memang mumpuni. Dalam hal ini merujuk pada batik tulis yang dikerjakan dengan sangat teliti dan tekun sedari proses mengolah kain hingga menjadi kain batik, sehingga dapat terwujud visual karya seni yang bernilai tinggi dan adiluhung. Dalam karya batik tulis disamping merupakan olah ketrampilan tangan tersirat pula kehalusan budi pembatik. Dengan kata lain dalam setiap gerak tarikan canting tersirat nafas pembatinya.

Eforia perayaan hari batik pada bulan Oktober terselenggara dibebagai kesempatan dan wilayah. Melalui berbagai webinar yang mengusung tema batik, peluncuran buku tentang batik, workshop batik dan berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan batik.

Pada kesempatan penyelenggaraan Grimpon ke 2 kali ini, hadir turut berperan serta dalam merayakan penghargaan Batik dari UNESCO tersebut dengan penyelenggaraan pasar bernuansa dan tema Batik. Dan tetap menggunakan peraturan protocol kesehatan dengan penerapan 3M.

Event ini diselanggarakan Rumah Edukasi VITARI, Masyarakat warga RT.006, Karang Taruna 006 di lingkungan RW 026 Bersama Orcil Creative. Peserta pengisi stand Warga RT 006 dan sekitarnya, Pengunjung masyarakat umum.
Pada pelaksanaanya Dihadiri oleh Kades Cinunuk (terpilih) Edi Juarsa, Ketua RW 026 Yudha Negara, Sekretaris RW 026 Bp Kholil, Aipda Heri Maryadi Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk, Serda Rahmat Akili Babinsa Desa Cinunuk yang berlangsung pada hari Minggu Pon tanggal 24/10/2021 di  Kawasan Budaya 006 di RT 006 RW 026 Griya Mitra Posindo Cinunuk Cileunyi Bandung

Melewati pintu gerbang, pengunjung akan berjumpa dengan tempat penukaran uang rupiah dengan foucer/mata uang Grimpon. Dengan pecahan Dua ribu dengan voucer warna hijau, Lima ribu rupiah denga warna biru dan Sepuluh Rihbu Rupian dengan konversi warna ungu.

Pada area Saung Budaya 006 dipajang berbagai batik koleksi warga (Ibu Vita, Ibu Sumarmi, Ibu Reni, Ibu Ria, dan Ibu Neli). Kain yang ditampilkan terdiri dari batik tulis asli, batik cap maupun tekstil bermotif batik. Berbagai motif baik itu model pesisiran seperti halnya Megamendhung dan berbagai motif yang secara garis besar memiliki tampilan dinamis dan menggunakan warna cerah. Tampil pula motif batik pedalaman dengan ciri warna utama wedel dan soga berikut latar hitam dan atau putih menghiasi ruangan saung budaya 006.

Di lokasi ini pula dipergunakan sebagai arena lomba mewarnai motif batik yang diikuti oleh 35 peserta terdiri dari kategori TK dan SD. Setelah dilaksanakan penjurian yang dilakukan oleh Ari W dan Iwa Kuswara menetapkan pemenang lomba tingkat TK adalah 1. Arvin Muhammad Riza, 2. Faiz Jundi Hanif dan 3. Adinda Kaila Afifi adapu tingkat SD sebagai pemenangnya adalah 1Qolbil Nurul Haq, 2. Naura Khavita Dzahin dan. 3. Ashilaa Qolbiy Nur Amani.

Stand Workshop Batik, terdapat di samping Saung Budaya 006, menyajikan praktik membuat batik secar sederhana dalam kain beukuran 50×50. Pada kesempatan penyelenggaraan pasar Grimpon 2 ini hadir juga Kades (PAW) Cinunuk Terpilih Edi Juarsa dan Ketua RW 026 Yudha Negara yang ikut serta juga meramaikan acara dengan mengikuti praktik membatik secara lansung.

Lokasi lapang budaya 006 diisi oleh Stand Optik Bapak Adnan yang melayani pengecekkan mata sekaligus membuatkan lensa sesuai dengan kebutuhan. Stan Fashion diikuti oleh Ibu Agung yang menampilkan berbagai busana batik mulai yang casual hingga busana resmi.

Tidak lupa hadir pula turut memeriahkan Stand kuliner olahan warga RT 006 seperti halnya Mie Ayam milik Ibu Rosidin, Seblak oleh Ibu Nina, Aneka Jus oleh Kang Adi, aneka osis bakar oleh ibu Mely, aneka kue panggang dan resols di stand Ibu Surya, Bandeng Tanpa Duri dan Gula semut dan aren milik Ibu Hasbi, stan sosis milik Ibu Ana dan stan Karang taruna 006 yang menyajikan titipan berbagai camilan olahan warga.

Pada Panggung utama menghadirkan aneka BaJABAL (Barang Jaman Baheula) dipajang sepeda Simplek Nederland koleksi Agus Pupung Purwanto dan dua lampu pertomak, dan Tape rekorder JVC dan Radio merek Cawang tahun 80an koleksi Agung Hari Prasetyo. Tas koper sekolah koleksi Ari Winarno Serta Jam tangan Titus otomatis, Muk, bor manual lama, berikut album perangko koleksi Edi Dharmawan.

Tidak lupa di area lapang pasar disediakan mainan tradisional berupa Bakiak berantai dan egrang yang menarik minat pengunjung dalam menggunakannya.

Penyelenggaraan pasar GRIMPON Batik Day ini adalah yang ke dua dari Bulan Oktober. Adapun Grimpon 3 mengangkat tema Bulan kepahlawanan akan dilaksanakan pada malam hari tangga 27 November 2021(sabtu malam minggu). (AND/JBS)

Previous articleGaruda Indonesia Kini Korupsi, Merugi & Solusi?!
Next articlePCR-GATE HARUS DIUSUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.