Home Hukum Tokoh Sunda Andri P Kartaprawira: Pigai Tidak Hina SARA, Tapi Bela SARA”

Tokoh Sunda Andri P Kartaprawira: Pigai Tidak Hina SARA, Tapi Bela SARA”

16
0
Natalius Pigai/ist

JABARSATU.COM – KETUA Ketua Gerakan Pilihan Sunda  (GERPIS) Andri P Kantaprawira menyatakan bahwa, trah Pajajaran menyatakan Natalius Pigai dalam pernyataan tweeternya tidak menghina SARA tapi bahkan dia membela SARA.

“Itu sebuah kritik atas kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini adalah Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo sebagai orang Jawa Tengah yang tidak adil dalam rancang dan pelaksanaan kebijakan politik, ekonomi dan sosial budaya di Tanah Papua, terutama berkait pelaksanaan Otonomi Khusus Papua,” ungkap Andri P Kantaprawira kepada Redaksi, Rabu 6 Oktober 2021.

Andri P Kantaprawira Ketua Gerakan Pilihan Sunda (GERPIS)/IST

Dikatakan Andri bahwa Natalius Pigai membela SARA bukan menista SARA, dan Membela SARA adalah mulia, “Saya mendukung sikap berani Pigai. Sikap saya ini disampaikan karena Kandjeng Sinuwun Sultan Hamengku Buwono X tidak bersikap jelas dan tegas terhadap masalah yang berkembang pada dikursus kebangsaan dan kenegaraan yang dicetuskan Bung Pigai,” papar Andri.

Mari kita membangun ke Indonesi-an yang berwawasan Nusantara dengan membangun persaudaraan yang berperikemanusiaan. “Ini pandangan saya sebagai Ketua Gerakan Pilihan Sunda Trah Pajajaran, menyikapi polemik Pigai yang kini diperkarakan ke polisi karena dituduh melakukan rasisme,” jelasnya.

Sebelumnya bahwa Pigai memaknai, tujuan yang disampaikan Pigai dengan menyebut “Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar” merupakan kritik kepada kebijakan pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Ganjar.

Pigai juga menyampaikan bahwa dirinya sudah pasti marah karena mereka pelintir kalau tuduhan ke Jokowi sebagai Presiden dan Ganjar sebagai Mantan Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, ok Sy bisa paham.

“Kita berharap pihak kepolisian mesti menolak Soal Rasis. Semua orang tahu saya tidak menyebut suku. Rakyat Papua sedang ikuti,” kata Pigai dalam keterangannya kepada Redaksi.

Pigai bahwan mengucapkan terima kasih trah Kerajaan Padjajaran Sunda. Silakan maknai pernyataan ini. Raja Nusantara mesti jadi Pengayom, tidak boleh menyerang warganya. Kritik Rakyat pada penguasa ko diarahkan ke rasis?

“TAHTA ITU UNTUK RAKYAT,” pungkas Pigai. (JANG/JBS)

Previous articleSurat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Batalkan Rencana Privatisasi Anak Usaha BUMN Pro Oligarki!
Next articleAgus Widjojo Mendayung antara Konsepsi Jalan Tengah dan Dwifungsi ABRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.