Home Bandung SERTIFIKAT VAKSINASI SYARAT MASUK MALL SUDAH BERLAKU DI BANDUNG

SERTIFIKAT VAKSINASI SYARAT MASUK MALL SUDAH BERLAKU DI BANDUNG

162
0

JABARSATU.COM – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 – 4 di Jawa Bali telah ditetapkan Pemerintahan Pusat diperpanjang hingga 16 Agustus 2021. Dalam keputusan terbarunya, pemerintah mulai mengijinkan Mall atau Pusat Perbelanjaan dibuka secara bertahap.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Wilayah Jawa – Bali, diterapkan uji coba selain dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, juga pembatasan operasi 25 persen dari kapasitas operasi penuh, dan jam operasi mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

Detil teknis PPKM itu juga diatur oleh Instruksi Menteri Perdagangan, diantaranya syarat hanya pengunjung yang sudah divaksin boleh masuk Mall dan harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Di samping itu mereka yang berusia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun dilarang masuk pusat perbelanjaan. Pemberlakuan terbatas ini hanya dilakukan di empat kota, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Dari pengamatan JabarSatu.com, pusat perbelanjaan besar di Kota Bandung sudah mulai memberlakukan aturan baru dari PPKM ini. Nampak Bandung Electronic Center (BEC) Jalan Purnawarman pada Rabu, 10 Agustus 2021 juga terlihat sudah menerapkan screening ketat kepada pengunjung.

Karena hari ini BEC baru dibuka setelah lebih dari sebulan tutup, terlihat cukup banyak pengunjung yang mengantri di depan pintu masuk lobby sebelah selatan. Pintu masuk dari lobby selatan ini menjadi pintu masuk utama para pengunjung. Banyak pengunjung yang merasa kecewa karena tidak mampu menunjukkan bukti telah divaksin, padahal mereka mempunyai kebutuhan yang mendesak untuk dibeli setelah cukup lama menunda kebutuhannya karena mall ini tutup, terutama terkait kebutuhan membeli peralatan elektronik, seperti, handphone, computer, laptop & komponen-komponennya.

Seorang pengunjung mengeluhkan ketatnya peraturan ini terkait kebutuhan mendesak untuk membeli laptop untuk perlengkapan berkerja. “Saya memang belum divaksin, karena masih belum mendapatkan kesempatan di vaksin saja. Sedangkan saya hampir sebulan ingin membeli langsung laptop untuk membantu pekerjaan saya. Saya lebih nyaman membeli langsung karena bisa langsung melihat barangnya dan berkonsultasi dengan penjualnya,” demikian Adam yang mengaku tinggal di daerah Buah Batu, Bandung. Begitu pula terlihat seorang orangtua yang tampak kesal karena tidak memenuhi syarat untuk masuk ke dalam gedung.

Menurut Ebenezer, staf  umum BEC menyatakan bahwa penerapan aturan PPKM ini sesuai dengan instruksi dari Pemerintah. Menurut pengakuannya para pemilik toko dan karyawannya yang belum divaksin pun tidak bisa masuk ke dalam gedung dan membuka usahanya kembali.

Saat JabarSatu.com menanyakan sudah berapa orang yang masuk ke Mall BEC, Ebenezer memperlihatkan jumlah pengunjung melalui aplikasi PeduliLindungi. Terlihat di layar handphonenya jika pada sore hari itu, sekitar pukul 05.00, telah terdapat 2.070 pengunjung yang memasuki gedung BEC, dari total kuota yang diijinkan sebanyak 5.000 orang per hari.

Jumlah itu sudah termasuk pemilik tenant dan karyawan, juga crew aplikasi pembelian makanan secara online yang keluar masuk untuk mem-pick-up pesanan makanan dari gerai penjualan makanan di gedung BEC ini.

JUALAN DI TROTOAR

Ada hal yang cukup unik dengan Gedung BEC selama PPKM yang mulai diberlakukan sejak 3 Juli 2021 ini, yaitu dengan tiba-tiba hadirnya penjualan barang – barang elektronik di sepanjang trotoar Mall BEC, Jl. Purnawarman.

Barang – barang baru dan eksklusif semacam laptop, handphone digelar begitu saja (dalam kantung plastic) di atas trotoar jalan. Awalnya ditawarkan oleh para calo yang berusaha menghentikan para pengendara kendaraan bermotor. Mereka menanyakan apakah ada kebutuhan handphone bahkan laptop kepada para pengendara.

Lalu mereka mengarahkan ke lapak–lapak yang ada di 2 (dua) sisi Jalan Purnawarman ini. Menurut pengakuan Jajang (nama samara), seorang penjual di lapak laptop, setiap harinya terjual 1 sampai 2 laptop. Terkadang ada hari baik bisa menjual lebih dari itu. Selama sebulan ini ada ada sekitar 8 (delapan) lapak yang menjajakan laptop di trotoar depan Mall BEC ini. Itu belum termasuk lapak yang menjual handphone.

Sama seperti para penjual dadakan laptop dan handphone ini, para calo penjual lapak pun tiba – tiba saja hadir di sekitar Mall BEC, tanpa saling mengenal dengan pemilik lapak sebelumnya. Pandemik ini seolah memberi bagi mereka untuk bisa survive di masa sulit yang belum pernah mereka alami sebelumnya. (M. Idris/JBS)

Previous articleUchok Bertanya ke Pratikno, Berapa Anggaran Ngecat Pesawat Kepresidenan, Rp2,1 atau Rp45 Miliar?
Next articlePUSPOMAL GELAR SERBUAN DONOR PLASMA KONVALESEN DAN DONOR DARAH MASYARAKAT MARITIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.