Home Bisnis & Ekonomi MENGEMBANGKAN MODEL BISNIS SENI PERTUNJUKAN 4.0 DI MASA PANDEMI

MENGEMBANGKAN MODEL BISNIS SENI PERTUNJUKAN 4.0 DI MASA PANDEMI

482
0
Generasi Penerus Seni Pertunjukan Bali/ist

JABARSATU.COM – Hiburan berbasis edukasi dan konten tradisi tetap menjadi pilihan hiburan di masa pandemi. Tim peneliti KRUPT yang bergabung dalam Konsorsium Seni yang diketuai oleh Dr. Wanda Listiani dari ISBI Bandung ini menjelaskan bahwa pemanfaatan media teknologi digital dan seni pertunjukan menjadi pilihan di masa pandemi saat ini. Pengembangan PASUA TV merupakan hasil riset 3 tahun yang dibiayai oleh Kemendikbudristek dengan tim yang beranggotakan Dr. Sri Rustiyanti dari ISBI Bandung, Fani Dila Sari, M.Sn dari ISBI Aceh dan IBG. Surya Peradantha, M.Sn dari ISBI Tanah Papua.

“Konten PASUA TV terinspirasi dari kearifan lokal yang berkembang dalam seni pertunjukan tradisi dan identitas para pelaku, sebagai contoh hari ini kami memproduksi konten seni pertunjukan Legong Tombol khas Banyuatis Buleleng Bali oleh maestro tari Legong, Dr. Ida Ayu Wimba Ruspawati,” kata Dr. Sri Rustiyanti, anggota tim peneliti KRUPT yang sekaligus Dekan FBM ISBI Bandung ini.

“Saya mengenang setiap proses berguru tari bersama beliau sejak saya kecil”, ungkap IBG. Surya Peradantha, M.Sn, salah satu anggota tim peneliti KRUPT dari ISBI Tanah Papua.

“Sentuhan tangan, sikap tubuh dan keyakinan pada tradisi sebagai jalan hidup membentuk tubuh dan karir saya sebagai seorang penari, akademisi juga peneliti”.

Keterangan Gambar : Tim Peneliti KRUPT Dr. Wanda Listiani, Dr. Sri Rustiyanti dan IBG. Surya Peradantha, M.Sn bersama generasi penerus dan maestro tari Legong, Dr. Ida Ayu Wimba Ruspawati./IST

Ditambahkan IBG. Surya Peradantha, M.Sn yang akrab dipanggil Gus Surya bahwa PASUA TV akan menitikberatkan pada pengolahan konten-konten yang berasal dari kearifan lokal seni budaya nusantara yang dikemas secara modern berbekal kecanggihan teknologi media rekam saat ini sebagai media edukasi dan bisnis.

“Mengingat kekayaan sekaligus DNA bangsa indonesia ini adalah seni dan budaya,” tambahnya.

Pengembangan model bisnis seni pertunjukan 4.0 di masa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi tim peneliti KRUPT. Apalagi bisnis hiburan dan wisata seni budaya sedang menurun sedangkan angka peningkatan jumlah pasien terpapar covid-19 semakin meningkat di seluruh wilayah di Indonesia.

PASUA TV diharapkan menjadi model bisnis baru tidak hanya untuk seni tari dari Indonesia Timur melainkan juga seni teater khususnya dari Aceh dan wilayah Indonesia bagian Barat lainnya, demikian diungkapkan oleh Fani Dila Sari, M.Sn ditengah Ujian Akhir Semester di Kampus ISBI Aceh.

“Model bisnis seni pertunjukan 4.0 dengan platform PASUA TV ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal khususnya pelaku seni tradisi dan media edukasi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia,”ungkapnya. (ASP/AND-JBS)

Previous articleSIMULASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI BANDUNG
Next articleSKANDAL NASIONAL PEMBATALAN HAJI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.