Home Bandung Mbah Rono, Gembong Primadjaya dan Pameran Foto Burung Merandai karya Toto Sungsang...

Mbah Rono, Gembong Primadjaya dan Pameran Foto Burung Merandai karya Toto Sungsang Suprapto

371
0

JABARSATU.COM – BUDAYA TANGGUH BENCANA DAN PAMERAN FOTO BURUNG MERANDAI

Dr. Surono mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gembong Primadjaya salah satu calon Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) dan Dr. Aria Mariany Presiden Bandung Mitigasi Hub saat diskusi santai tentang Budaya Tangguh Bencana di Cultural Spaces Taman Hutan Raya Ir Djuanda, Bandung, Minggu (14/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut digelar pula pameran foto burung merandai karya Fotografer Satwa Toto Sungsang Suprapto dosen fotografi di STMIK AMIKBANDUNG yang juga Lulusan Geofisika ITB tahun 1986.

Dalam diskusi Budaya Tangguh Bencana tersebut Dr. Surono mengatakan daerah rawa tempat habitat burung merandai lebih berbahaya ketika terjadi bencana gempa bumi karena struktur tanahnya yang lembek.

Fotografer Toto Sungsang Suprapto mempunyai kegelisahan akan habitat yang terancam.

Kampung belekok merupakan habitat alami dari burung kuntul dan belekok sawah.
Vegetasi yang ada di kampung ini berupa bambu dan pohon lamtoro menjadi perpaduan yang tepat untuk jenis burung ini tinggal dan berbiak.

Wilayah kampung Belekok dahulunya merupakan ranca atau rawa dalam bahasa sunda hingga wajarlah bila daerah ini merupakan surga bagi burung burung merandai (burung air).

Kombinasi dari vegetasi kampung belekok dan pesawahan ditambah dengan rawa-rawa disekitarnya membuat sebuah ekosistem yang sangat mendukung bagi keberadaan dan keberagaman burung merandai disini.

Tetapi semua itu dapat hilang dalam beberapa tahun kedepan.
Kota Bandung yang sedang mempercantik diri (gumeulis) mau tidak mau akan mengorbankan salah satu kekayaan hayati yang dimilikinya.
Habitat para merandai sedang terancam.

Lahan yang dahulu rawa dan pesawahan kini sudah banyak berganti, beralih fungsi menjadi perumahan.

Hilang sudah surga para burung-burung ini, tidak ada lagi tempat bagi mereka untuk mengais rejeki.

Tidak hanya tempat merandai ini mencari makan yang terancam, bahkan yang menyedihkan tempat mereka tinggalpun lambat laun makin terancam, tergerus pembangunan kota.

Merandai yang malang …. Habitatmu benar-benar terancam !

Sementara itu juga launching Habitat Foundation. Habitat Foundation adalah lembaga nirlaba non pemerintah yang didedikasikan untuk konvervasi habitat di Indonesia.
Didirikan di Bandung pada 4 maret 2021.

Kegiatan pertama yang dilakukan Habitat Foundation adalah mengadakan pameran foto burung merandai yang ada di kampung Belekok Kota Bandung.

Diadakannya pameran ini dalam rangka penggalangan dana untuk penelitian konservasi dan pengembangan eko wisata di kampung Belekok desa Ranca Bayawak, Kota Bandung.
Selain hal tersebut diatas, tujuan pameran ini juga untuk mengajak masyarakat luas agar lebih peduli dan mencintai lingkungan sekitar kita, lebih peduli dan menghargai keanekaragaman hayati yang kita miliki.  Habitat Foundation ini didirikan oleh Lianda Lubis yang juga Kepala Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir Djuanda, Bandung. (FOTO-FOTO BUDI YANTO/JBS)

Previous articlePilkada Kabupaten Bandung 2020, Masih dalam “Proses” MK
Next articleUpaya Test the Water dengan Hapus Frasa Agama dalam PJPN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.