Home Bandung PSBB Bandung Tak Jelas, Kerumunan Masa di Jl. Sultan Agung – Trunojoyo...

PSBB Bandung Tak Jelas, Kerumunan Masa di Jl. Sultan Agung – Trunojoyo Diduga Akan Ciptakan Cluster Baru Covid-19

45
0
Kerumunan massa di Jl. Sultan Agung - Trunojoyo/MID-JBS

JABARSATU.COM – Dalam rentang dua hari tim redaksi JabarSatu.com melakukan pantauan langsung di kota Bandung terutama di pusat perbelanjaan Riau Junction, Jl. L.L. R.E. Martadinata (Jl. Riau) Bandung dan jalan-jalan sekitarnya.

Pada hari Rabu, 20 Mei 2020, terlihat kepadatan lalu lintas di sekitar area Riau Junction, mulai perempatan Jl Ir. H. Juanda – Jalan Riau hingga Jl. Trunojoyo yang menyebabkan tersendatnya lalu lintas karena antrian kendaraan, khususnya roda empat yang akan parkir di area Pusat Perbelanjaan Riau Junction.

Terlihat masyarakat yang sedang berburu belanja untuk kebutuhan Hari Raya Lebaran.

Bahkan puluhan sepeda motor terpaksa diparkir di bahu jalan Jl. Trunojoyo. Seorang juru parkir (Jukir), kami mencaoba bertanya, siapa pemilik motor yang memarkirkan di bahu Jalan Jl. Trunojoyo ini? “Mereka semua yang sedang berbelanja ke Riau Junction,”jawabnya yang enggan disebutkan namanya.

Sejak kebijakan ‘lockdown’ diambil Pemerintah Kota Bandung, awal April lalu, Pusat Perbelanjaan Riau Junction ini tetap dibuka oleh pengelola gedung dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota. Tak heran hilir mudik masyarakat di tempat ini terasa selalu ramai.

Ada kesan ironi di Pusat Perbelanjaan Grup Yogya ini, saat ditemukan pengelola gedung ini memasang sebuah spanduk bertuliskan ‘Penerapan Social Distancing’ bagi pengunjung. Namun padatnya masyarakt yang belanja itu akhinya bisa disimpulkan Penerapan Social Distancing tak efektif dan hanya slogan.

Kita tahun bahwa Rapat terbatas evaluasi PSBB di ruang tengah Pemkot Bandung Jl. Wastu Kencana Bandung Selasa 19 Mei 2020, telah dilaporkan bahwa evaluasi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) soal Covid-19 dipimpin oleh Walikota Bandung (Oded. M. Daniel) 20 orang unsur terkait

  1. Bpk. Oded M Danial (Walikota Bandung).
  2. AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK MSi (Waka Polrestabes Bandung)
  3. AKBP. Asep Pudjiono, Sik, Msi (Kabag Ops Polrestabes Bandung).
  4. Bapak Tedy Rusmawan (Ketua Dprd Kota Bandung).
  5. Kol Pnb Bonang Bayuaji Gautama, SE.MM (Danlanud Husein sastranegara)
  6. Kol laut (P) Batos Leksono (Dan Lanal Bandung).
  7. Bpk Ema Sumarna (Sekda Pemkot Bandung).
  8. Mayor Asep (Perwakilan Dandim 0618/Bs).
  9. Ibu Rita Verita (Kadinkes Kota Bandung).
  10. Kh. Mahtu kholil (Wakil MUI kota Bandung)
  11. Ema Sumarna (Ketua Gugus Tugas Covid-19 kota Bandung). Dimana Ema sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 kota BandungSumarna menjelaskan sbb:
  • Positif : 288
  • Meninggal : 36
  • Sembuh :74

3 Kecamatan tingkat Pademi Covid-19 yg terbanyak per 17 Mei 2020 :

  • Kec. Cicendo Kel. Arjuna
  • Kec. Bandung Kulon
  • Kec. Andir

Untuk laju Kasus PDP, ODP dikota Bandung pada saat sebelum PSBB dan setelah PSBB mengalami penurunan kasus sehingga dampak PSBB sangat berpengaruh dalam menghentikan penyebaran virus Covid-19. Kondisi ekonomi kekinian pada saat pandemi covid-19 mengalami penurunan daya jual beli UMKM sehingga banyak pegawai yg dirumahkan.

Hasil pertimbangan :

  • Dilakukan pembukaan aktivitas perkantoran yang tidak menimbulkan kerumunan
  • Relaksasi ekonomi untuk bisa dibuka kembali dengan menerapkan protokol covid-19.
  • Pengetatan Gugus tugas covid-19 di tiap Kecamatan

Fokus pencegahan Covid-19

Pihak kepolisian dalam hal in AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK MSi (Waka Polrestabes Bandung) menjelaskan:

Kami dari Kepolisian telah menerapkan sesuai tugas PSBB indikator dari berbagai aspek

Untuk Relaksasi Sosial ekonomi perlu dipertimbangkan karena berbanding terbalik sehingga menimbulkan gejolak sosial dimasyarakat.

Kita harus memperketat pasien positif Covid-19 sehingga pelaksanaan isolasi mandiri bisa diterapkan.

Kol Pnb Bonang Bayuaji Gautama, SE.MM (Danlanud Husein sastranegara)menjelaskan sbb :

Penjelasan Pak Ema bahwa ekonomi di kota Bandung terancam koleb karena memang kurang nya aktivitas masyarakat.

Untuk pelaksanaan PSBB tetap dilaksanakan sampai setelah lebaran karena Momen lebaran tahun ini apabila dilonggarkan akan menimbulkan kerawanan bertambahnya pasien positif covid-19.

Kol laut (P) Batos Leksono (Dan Lanal Bandung)menjelaskan sbb :

Saya setuju dengan pendapat Dan Lanud bahwa PSBB tetap dilaksanakan sampai setelah lebaran agar penyebaran covid-19 dikota Bandung tidak menyebar lagi.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan :

  • Terkait PSBB saya setuju untuk diperpanjang lagi guna menekan penyebaran covid-19
  • Saya setuju dengan Waka Polres untuk pasien positif bisa diisolasi ditempat yg disiapkan pemerintah agar pasien positif tidak berkeliaran.
  • Untuk mudik lokal menjelang lebaran perlu juga diantisipasi antar kabupaten di wilayah jabar.
  • Untuk percepatan Bansos agar selalu di evaluasi dalam penyaluran nya data-data DTKS terbaru segera disampaikan.

Dari MUI kota KH. Mahtu Kholil menjelaskan :

  • Untuk sholat idul fitri sesuai edaran tidak boleh berkerumun dengan kata lain sholat id dirumah saja.
  • Terkait rencana adanya relaksasi ekonomi jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial karena MUI selalu disalahkan dalam mengambil kebijakan terkait keagamaan.

Jadi kesimpulan Walikota Bandung :

Kebijakan PSBB tetap dilanjutkan sampai tgl 29 Mei 2020 dan mengikuti anjuran dari Provinsi. PDP harus mendapat perhatian khusus untuk diisolasi mandiri dan adanya pemantauan. Rapid test untuk dioptimalkan melalui peta yg dianggap zona kuning di kota Bandung.

DTKS harus selalu dikawal baik ditingkat provinsi maupun tingkat kota dan menjadi perhatian pemkot.

Sepertinya Pemkot Bandung rapat itu beda jauh dengan hasil dilapangan. Betapa pada Rabu (20/05) kami melihat kegiatan perdagangan di pusat industri kreatif pakaian anak muda Bandung di sekitar Jalan Trunojoyo – Jalan Sultan Agung ramai. Beberapa Distro tampak banyak dimasuki anak muda yang ingin membeli pakaian baru.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terlihat agak longgar diterapkan di setiap bahkan seperti protokol Covid-19 diabaikan.

Kami juga sore ini, Jum’at, 22/05, kembali terpantausituasi di lokasi sekitar Jl. Trunojoyo – Sultan Agung justru lautan ribuan anak muda telah menguasai daerah sekitar untuk berbelanja pakaian khas anak kreatif Bandung itu, Pak Wali, Pak Ketua DPRD apakabar? Tolong bagaimana ini, bukankah yang seperti ini akan menimbulkan cluster baru?

Itunya apakah Penerapan PSBB di daerah industri kreatif (clothing) Bandung sudah tidak terkontrol lagi. Dan sengaja di longgarkan?| M IDRIS/JBS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.