Home Hukum JALAN TERBALIK

JALAN TERBALIK

52
0

by M Rizal Fadillah

Orang beriman meyakini kebenaran itu datangnya dari Allah yang fondasi utamanya adalah Al Qur’anul Karim. Ia berakidah, bersyari’ah, dan berakhlakul karimah. Megembangkan dan membela agama Allah. Berjalan mantap penuh keyakinan dengan pandangan yang lurus–yamsyii sawiyyan alaa shirootim mustaqiim–menuju kebahagiaan dunia maupun akherat.

Orang yang kafir atau yang melangkahkan kaki dengan hawa nafsunya, maka akan berjalan terbalik diatas wajahnya–yamsyii mukibban alaa wajhihi–menuju kegelapan dan kepedihan hidup di hari penyesalan yang tak ada kesempatan untuk kembali memperbaiki kesalahan dan kelalaian. Selama di dunia tenggelam dalam kemusyrikan, melecehkan syari’at, serta berperilaku tidak mulia. Celakalah dunia dan akheratnya.

Hikmah bahwa orang kafir berjalan terbalik adalah karena ia atau mereka selama di dunia biasa memutarbalikkan nilai. Halal jadi haram, haram jadi halal. Jalan ke masjid jauh, ke tempat judi dekat. Ulama menjadi lawan maling jadi kawan, jihad dianggap radikal maksiat dinilai natural, agama menghambat dan budaya itu keramat, kyai dipersekusi dukun dicari cari, nikah dibatasi lgbt disponsori, rakyat diwaspadai raja didekati, pribumi dikhianati dan asing aseng dilayani.

Berjalan terbalik adalah adzab karena Allah tak suka yang berwatak “kadzab” yakni pendusta. Mendustakan kebenaran. Berlaku tidak adil dan lebih mementingkan diri, keluarga, serta kelompoknya. Orang bodoh memimpin orang pintar dan orang pintar membodohi diri seolah pemimpin bodoh itu pintar. Saling berdusta untuk kepentingan dunia.

Orang yang gemar berdusta atau berbohong kelak di hari kiamat akan berwajah hitam sebagaimana QS Azzumar 60 menyatakan “wa yaumal qiyaamati tarool ladziina kadzabuu alallahi muswaddah”–Dan pada hari kiamat akan nyata (bahwa) orang yang mendustakan Allah akan berwajah hitam.

Sebaliknya orang yang jujur dan bersandar pada agama, maka ia akan berwajah putih berseri.
Dua kelompok yang kontras “yauma tabyadhdhu wujuuhun wa taswaddu wujuuhun”–Hari orang orang yang berwajah hitam dan orang orang yang berwajah putih berseri–(QS Ali Imron 106).

Jadi orang orang yang mendustakan ajaran, syari’ah, atau hukum hukum Allah maka kelak mereka akan berjalan terbalik dengan menyeret wajahnya yang berwarna hitam. Bergerak menuju Jahanam.

Kewajiban para da’i, aktivis, serta pemimpin menjaga lingkungan dari para pembohong yang gemar membalikkan nilai dan fakta demi segenggam kekuasaan atau kekayaan. Mereka hakekatnya kafir pada ayat ayat Allah.
Berjalan terbalik berwajah hitam di lorong got kotor yang juga hitam pekat.
Kadzabuu alaallah–pendusta agama Allah.

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan.

Bandung, 23 Januari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.