JABARSATU.COM — Lahirnya MKB adalah hasil dari keputusan Walikota Bandung No. 648/Kep598-Disbudpar/2015, tanggal 25 Juni 2015 : Tentang Pembentukan Tim Pendirian Museum Sejarah Kota Bandung Tim ini bertugas dengan Enam tugas pokok.

Pertama, membuat rencana kerja tim. Kedua, Mengakselerasi terwujudnya Bandung sebagaiKota Budaya melalui program pelestarian/ pemuliaan, pengembangan danpemanfaatan Museum Kota Bandung. Ketiga, Melakukan kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait guna mewujudkan terbangunnya Museum Kota Bandung.

Keempat, Menyelenggarakan pameran sejarah dan budaya sebagai sosialisasi persiapanberdirinya Museum Kota Bandung; di Bandung dan kota lainnya. Kelima, Memberi rekomendasi terhadap aktivitas yang berkaitan dengan museum di kota Bandung yang diprakarsai masyarakat sehingga penyelenggaraanya sejalan denganrencana yang telah diprogramkan. Keenam, Melaporkan pelaksanaan hasil kegiatan secara berkala dan/ atau sewaktu waktu apabila diminta kepada Walikota Bandungmelalui Sekretaris Daerah Kota Bandung

“KarenaTim Pendirian Museum Sejarah Kota Bandung, dibentuk oleh Pemerintah KotaBandung, maka kami berpatokan tugasnya atas SK. Walikota Bandung No. 648/Kep598-Disbudpar/2015 tanggal 25 Juni 2015 itu, dan tugasnya jelas paduannya yangenam tugas pokok” ujar Hermawan menjelaskan tugas di Museum.

Di MKB juga ada posisi secara struktural mulai Pembina, Pengarah, PenanggungJawab,Ketua, Wakil Ketua dan Anggota.

Kurator MKB

Kurator adalah pengurus atau pengawas institusi warisan budaya atau seni, misalnya museum, pameran seni, galeri foto, dan perpustakaan. Peranan kurator pada sebuah institusi museum/ galeri memegang peranan penting dan strategis.

Idealnya kurator ditangani oleh staf ahli di Museum itu sendiri sebagai jabatan fungsional, akan tetapi karena predikat kurator itu sendiri memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu, sementara SDM yang tersedia belum memadai,maka mengangkat Kurator dari kalangan pengamat akademisi seni rupa, sejarahwan, budayawan , antropolog, desain komunikasi visual, dan berbagai disiplin ilmu lainnya yang berkaitan dengan fungsi Museum tersebut.

Kurator memiliki pendidikan tinggi dalam bidangnya, umumnya doktor atau magister dalam bidang sejarah, sejarah seni, arkeologi, antropologi, atau klasika. Kurator harus berperan aktif dalam bidangnya, misalnya memberikan seminar, menerbitkan artikel, dan menjadi pembicaran pada konferensi akademik.

Kurator juga perlu mengetahui pasar serta paham kode etik dan hukum yang berlaku dalam mengumpulkan barang antik atau seni.

Tugas umum kurator 1. Bertugas untuk membuat timelime serta membuat kajian 2.Bertugas untuk mengumpulkan objek pamer museum baik di dalam negeri maupun luar negeri 3. Bertugas untuk memilih, mengurus, mengidentifikasi objek museum yang dikumpulkan dan akan dipamerkan. 4. Membantu menjaga kualitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan program kegiatan 5. Mengamati dan menganalisis perkembangan Museum di Indonesia dan International.

METADATA

Metadata adalah data yang menggambarkan data lainnya. Metadata merangkum informasi dasar tentang data, yang dapat membuat pencarian dan bekerja dengan beberapa data lebih mudah. Misalnya, penulis, tanggal dibuat dan tanggal dimodifikasi dan ukuran file adalah contoh metadata dokumen yang sangat mendasar.

Memiliki kemampuan untuk memfilter metadata tersebut membuat lebih mudah bagi seseorang untuk menemukan dokumen tertentu. Selain file dokumen, metadata digunakan untuk gambar, video, spreadsheet dan halaman web.

Meta data dapat dibuat secara manual, atau dengan pengolahan informasi otomatis. Pembuatan manual cenderung lebih akurat, pembuatan metadata otomatis bisa jadijauh lebih mendasar.

FOTOGRAPHER

Fotograferdikategorikan berdasarkan subjek yang di potret, seperti landscape, still life,dan potret. Atau fotograher unik untuk fotografi, seperti : fotografi jalanan, fotografi dokumenter, fotografi fashion, fotografi pernikahan, fotografi perang, photojournalism, fotografi penerbangan dan fotografi komersial. Khusus untuk Museum,tugas photographer juga mengidentifikasi data terkait dari metadata untukresolusi tinggi

DESAIN GRAFIS

Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.

Secara dasar utama MKB telah masuk dalam kelas dunia untuk sebuah Museum, betapa kuatnya MKB jika dilihat dari struktur dan kekuatan yang sudah tersusun diatas. Museum dengan pola ini kita bisa temukan di Singapore dan museum-museum dunia seperti di Perancis atau Amerika, semisal di Washington DC Complex Museum The Smithosnian dimana saat kita kesana kita wajib tips khusus agar kita paham apa yang di kunjungi dan isi museum itu.

MKB dalam catatan kami bisa jadi menjadikan museum yang sangat integrasi dalam histori tentang kota Bandung..

BERSAMBUNG ke Bagian 4

Kisah Perjalanan Museum Kota Bandung (Bagian 3), Program MKB yang Menguncang

Previous articleKisah Perjalanan Museum Kota Bandung (Bagian 2), Cagar Budaya Bandung
Next articleKisahPerjalanan Museum Kota Bandung (Bagian 4), Program MKB yang Menguncang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Notice: Function amp_has_paired_endpoint was called incorrectly. Function called while AMP is disabled via `amp_is_enabled` filter. The service ID "paired_routing" is not recognized and cannot be retrieved. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 2.1.1.) in /home/jabarsatu/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831

Notice: Function amp_has_paired_endpoint was called incorrectly. Function called while AMP is disabled via `amp_is_enabled` filter. The service ID "paired_routing" is not recognized and cannot be retrieved. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 2.1.1.) in /home/jabarsatu/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.