Home JabarKini BALADA SUNDA KALAPA SAMPAI JAKARTA

BALADA SUNDA KALAPA SAMPAI JAKARTA

39
0
Ki Sunda Abah Cecep

OLEH KI SUNDA ABAH CECEP HIDAYAT

Ketika engkau bernama Sunda Kelapa. Orang tidak mudah untuk datang mencari keuntungan di negeri yang ramah dan penuh kesantunan.

Orang datang dengan penuh hormat akan memberikan sesuatu yang terbaik buat tuan rumah, dengan menawarkan syarat-syarat yang pasti memberikan keuntungan pada sang tuan rumah.

Ketika Pasukan Portugis datang lahirlah prasasti Padrão Sunda Kelapa, suatu perjanjian kerjasama dua belah pihak untuk saling menguntungkan tanpa harus ada kepemilikan lahan yang punya rumah.

Sang Tamu dan tuan rumah saling menjaga hubungan kebaikan dan menghormati keyakinannya masing masing. Maka Salah satunya lahir prasasti perjanjian Padrao.

Tuan rumah sadar bahwa lahannya adalah warisan leluhur yang diberi nama dengan sangat arif dan bijaksana dan mengandung arti yang sangat luhur dan universal. Sunda Kelapa.

SUNDA…. Dari sudut pandang Etimologi.

Kata Sunda ini kemungkinan berasal dari bahasa Sansakerta yang bisa berarti ‘cahaya’ atau ‘air’. Dalam naskah historis lainnya menyebutkan Sunda merujuk pada ibukota Kerajaan Tarumanegara yang bernama “Sundapura”. Sehingga masyarakat yang menghuni wilayah tersebut dikenal sebagai orang Sunda yang disebut hingga kini.

KALAPA… tumbuhan palem yang berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yang keras, di dalamnya terdapat daging yang mengandung santan dan dari semua jenis buah, buah kelapa merupakan buah yang paling banyak menyimpan air. Jadi Kalau di tafsirkan lebih dalam pengertian Sunda Kelapa ini mengandung arti. Masyarakat Penjaga (Pecinta) Sumber Kehidupan yaitu : AIR

Untuk itu sudah menjadi ciri khas masyarakat sunda kalau nama sungai dan wilayahnya banyak diberi nama dengan kata air atau Ci.

Air menjadi ciri nama kepemilikan leluhurnya yang arif dan bijaksana yang harus dijaga oleh keturunannya. Ciliwung, Citarum, Cibeureum, Cisadane, Cianjur, Cirebon, Ciamis dan hampir semua tempat di negeri para Hyiang (dewa) ini bernama air.

Air simbol kerendahati, mengalir membasahi keleluasaan dan kesempitan yang menyejukan bagi kaum atas sampai kaum yang paling bawah dan berahir pada kebersamaan dalam lautan kematian menuju sang Maha Kuasa Alam.

Airpun menjadi gambaran fisik kehidupan manusia, bahwa manusia ketika lahir dari Rahim ibunya 80% mengandung air.

Jadi masyarakat Sunda Kelapa pada saat itu merupakan masyarakat yang penuh dengan nilai nilai kehidupan yang luhur arif dan bijaksana. Sehingga orang-orang segan untuk datang tanpa pamit ke negeri ini

Tapi sayang, ketika penguasa Jawa merubah namamu menjadi JAYAKARTA, tamu- tamu datang seenaknya tanpa permisi dipersilahkan untuk menempati lahan seenak yang dia inginkan, yang penting upeti datang dan menguntungkan sang penguasa yang tak mengerti warisan sumber kehidupan.

Tak lama kemudian Belanda datang dengan pongah membawa peradaban yang menyilaukan penguasa Jayakarta saat itu.

Mereka terhipnotis oleh pola manajeman ekonomi dan perdagangan Belanda dengan nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Akhirnya lahan lahan Sunda Kelapa (Jayakarta) diberikan dengan gratis pada Belanda tanpa syarat yang penting para penguasa negeri saat itu mendapatkan keuntungan (upeti) untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan kondisi rakyatnya . 
Dan dengan seenaknya Belanda merubah nama Jayakarta menjadi BATAVIA.

Kekuasaan Kolonial Belanda berakhir di Indonesia pada tahun 1942 ketika pihak Belanda menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah Jepang. Dan atas nama bangsa asing juga Nama Batavia diganti menjadi JAKARTA sampai saat ini.

Saat ini Sunda Kalapa atau Jayakarta atau Batavia atau Jakarta sebagai ibukota negara bernama NKRI. Sudah mulai dihebohkan tidak akan lagi menjadi ibukota NKRI, ini petanda kota itu akan menjadi mangsa asing yang rakus dan tidak peduli pada nilai kemanusiaan yang luhur.

Ini semakin memperjelas betapa rapuhnya kalau manajemen kekuasaan kota itu tidak mempunyai rasa kepemilikan yang dalam dan sakral…

Dan hanya orang yg mempunyai kearifan Sundalah yang harus menyadari hal itu..

Walaupun keturunan Arab…Anis Baswedan bilhalnya terlihat ada kearifan Sunda yg cerdas dan Santun. Mudah-mudahan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.