Home Bandung Prabowo..Prabowo..Prabowo Menohok kepada RiKa

Prabowo..Prabowo..Prabowo Menohok kepada RiKa

381
0
Saat jeda babak pertama pertandingan Persib berhadapan Arema FC, Senin (18/2/2019), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil datang. Kedatangan Ridwan Kamil di Stadion Si Jalak Harupat Bandung yang didampingi istri itu disambut gema nama Prabowo Subianto. Gubernur akhirnya duduk di Bangku VVIP/ist

Pada Senin 18 Februari 2019 Persib Bandung bertanding melawan Arema FC di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Tak ada jadwal kampanye kok disana. Yang pasti Bobotoh Persib Bandung tea..edun. Kalau Persib tanding pasti tumplek dan bikin penuh itu stadion dimanapun, kecuali dilarang nonton atau sedang kena larangan penyelenggara pertandingan bola. 

Prabowo kayaknya ada di Hambalang  Sentul atau mungkin bisa juga di Kertanegara  Jakarta. Tapi yang jelas saya tak tahu jadwal dia. Saya juga tak kenal calon Presiden yang sedang Pilpres ini. Tapi intinya dia tak datang ke Stadion Si Jalak Harupat untuk nonton Persib. Oh iya saya baru ingat Prabowo mungkin sedang istirahat setelah semalam adu debat sama Petahana di Hotel Sultan Jakarta.

Tapi kenapa ada teriakan yang menggema… Prabowo..Prabowo…Prabowo terus berkumandang terdengar. Dalam video yang viral sore kemarin membuat ramai. Pasalnya ternyata yang begitu banyak ditulis media menuliskan bahwa di samping VIP tribun barat spontan meneriakan nama Prabowo Subianto itu saat kedatangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RiKa). RiKa  datang bersama istrinya Atalia dan tentunya rombongan, (Senin (18/2/2019) sore).

Orang nomor satu di Gedung Sate dan Jawa Barat itu muncul saat rehat pertandingan babak pertama antara Persib Bandung melawan Arema FC, sekitar pukul 16.00 WIB. 

RiKa masuk dari pintu gerbang utara berjalan bersama rombongan menuju tribun VVIP. Saat RiKa bersama rombongan berjalan, spontan para bobotoh menerikan Prabowo…Prabowo…Prabowo aduh ini Kampanye untuk Capres 02 atau menyambut sang Gubernur?

“Prabowo…Prabowo…Prabowo, lagi..lagi,” teriak bobotoh itu dengan lantang dan menggema. Mungkin bisa jadi RiKa yang mengenakan jaket biru dan topi hitam itu bisa jadi tak bergeming, ia terus berjalan hingga sampai di tribun VVIP, tanpa menghiraukan teriakan bobotoh.

Ah…aya-aya wae Bobotoh mah….Tapi apa ini pesan unruk RiKa? Tulisan ini hanya ingin menyampaikan sebuah catatan kecil saja untuk RiKa, apakah atas peritiwa itu RiKa kaget, atau tetap ia jaim-lah sebagai Gubernur jadi harus terima apa yang ada di lapangan  hehehe. 

Kisah lanjutannya apakah ini efek karena dia sebagai kepala daerah  sering mengkampanyekan Petahana? Yuk kita simak sedikit catatan ini:

Dalam satu peristiwa RiKa sama-sama mengacungkan jari satu dukungannya kepada Capres-Cawapres tertentu di acara terpisah PKB di GOR Pajajaran Bandung dengan angkat 1 Jari jelasnya menyatakan dukungan dalam Pilpres untuk Petahana, tapi lolos tak dipanggil Bawaslu. Lalu beda dengan  nasib nasib Anies Baswedan kemudian diperiksa Bawaslu Bogor, sedangkan RiKa lolos dari pemeriksaan.

Anies Baswedan lebih condong ke kubu Prabowo-Sandi, sedangkan RiKa lebih condong mendukung Jokowi-Ma’ruf. RiKa bisa lolos dari pemeriksaan Bawaslu padahal melakukan aksi yang sama dengan Anies Baswedan kenapa?   

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Bogor menunjukkan tajinya dengan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena dugaan kampanye terselubung untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.Kejadian itu berlangsung saat Anies menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat pada 17 Desember 2018.

Dalam acara tersebut, ia mengacungkan ibu jari dan jari telunjuk, sebagaimana simbol pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Anies mengatakan, sebenarnya ia dipanggil oleh Bawaslu Bogor. Namun, pemeriksaan dilakukan di Bawaslu RI untuk memudahkan. “Dipanggil Bawaslu Bogor. Cuma diatur sama mereka lokasinya di Jakarta sehingga memudahkan,” kata Anies di Kantor Bawaslu waktu itu.

Ah…dipikir tak akan terulang lagi. Eh RiKa melakukan dugaan kampanye di luar jadwal dengan metode rapat umum atau terbuka pada acara Hari Lahir ke-93 NU dan hari lahir ke-73 Muslimat NU, Sabtu, 9 Februari 2019 di Garut. Sehingga Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) melaporkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

“Acara tersebut dilangsungkan bersamaan dengan deklarasi dukungan pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin dari relawan Jokowi Garut Jogar,” ujar Koordinator TAIB, Muhajir, di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

Muhajir menduga, Ridwan Kamil selaku Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) telah berkampanye di luar jadwal dalam metode rapat umum, yakni di Lapangan Merdeka Kerkop, Garut, tempat acara berlangsung. Dalam acara itu, ucap dia, Ridwan Kamil menyampaikan orasi politik untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. “Menurut ketentuan hukum yang berlaku tidak dapat dibenarkan dan patut diduga merupakan pelanggaran kampanye,” kata Mujahir.

Dalam laporannya ini, Muhajir menyertakan beberapa alat bukti yakni cuplikan layar dari berita media daring, serta video acara. Video tersebut merekam Ridwan Kamil menyerukan orasi ‘Oleh karena itu kalau saya teriak Garut, teriak juara. Saya teriak Jabar, teriak juara. Saya teriak 01, teriak juara’. “Ridwan Kamil telah menawarkan nomor urut 01, yang merupakan citra diri pasangan Jokowi-Ma’ruf. Ini masuk kampanye,” ucapnya.

Menurut Muhajir, dugaan pelanggaran kampanye Ridwan Kamil ini sama halnya dengan kasus yang disangkakan ke Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif. Slamet menjadi tersangka dengan dugaan melakukan kampanye rapat umum atau terbuka di acara tablig akbar yang digelar di Bundaran Gladak, Solo, Januari lalu. 

Dalam laporan ini, Ridwan Kamil disangkakan melakukan kampanye rapat umum di luar jadwal yang diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal 276 UU itu menyebutkan, kampanye pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 Ayat 1 Huruf g, yakni rapat umum dilaksanakan selama 21 hari dan berakhir sampai dengan dimulainya Masa Tenang. Atas hal ini, Ridwan Kamil terancam hukuman pidana paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta. Hal ini diatur dalam Pasal 492 Undang-undang yang sama. (tempo.co Selasa, 19 Februari 2019)

Dari peristiwa menggemanya Prabowo..Prabowo..Prabowo di Stadion Si Jalak Harupat jelas satu pelajaran balasan mungkin untuk RiKa atau malah bagi Gubernur yang Arsitek ini memang biasa saja, kita tak tahu juga. Tapi dari dilihat sosoknya saat di kursi VVIP ia so cool dan sedikit rada tegang atau dia malah ini ia sedang merasakan betapa menohoknya teriakan Prabowo..Prabowo..Prabowo menggema di lapangan itu begitu riuh..Karean kalau lihat sejarah nama Prabowo itu ada dalam benak dia yang pernah mengantar dia ke jabatan Walikota Bandung lewat Gerindra. Tapi yang merasakan semua itu kan RiKa..Tanya saja sama Gubernur yang selalu tampil klimis dan necis ini…Tabik !!!  | AMEDITA, Manusia biasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.