Home Hukum Empat Polisi Bandung Diperiksa Setelah Warga tertembak

Empat Polisi Bandung Diperiksa Setelah Warga tertembak

475
0

JABARSATU – Propam Polrestabes Bandung memeriksa empat petugas dari Kepolisian Sektor Bojongloa Kidul pascatertembaknya Agus Maulana (23), warga Babakan Ciseureuh RT 04/04, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Minggu  lalu.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, memastikan proses hukum kasus ini akan berlanjut.  “Proses berjalan. Anggota yang menembak tetap diperiksa, yang membuat LP (laporan polisi) pengeroyokan diperiksa, dan pelaku pengeroyokan juga diperiksa,” ujarnya.

Agus meninggal dengan luka tembak di tengkuk dalam penyergapan yang dilakukan aparat Polsek Bojongloa Kidul, yang dipimpin Kanit Reskrim, AKP Ade Hermawan, Minggu (1/10) dini hari, sekitar pukul 01.30.

Peristiwa ini terjadi di Jalur Tol Mohamad Toha. Saat itu, polisi hendak meringkus pelaku dua pengeroyokan yang kebetulan sedang berada di sana.

Hendro memastikan, semua anggota kepolisian yang ada di lokasi kejadian saat itu sudah sesuai prosedur. Mereka membawa surat tugas penangkapan dua orang pelaku pengeroyokan yang dimaksud.

“Semua sudah sesuai. LP ada, surat izin ada, dan (izin) senpi (senjata api) masih berlaku. Tapi, untuk kepastiannya kami masih menunggu (hasil pemeriksaan Propam),” ujarnya.

Ketika melakukan penangkapan, ujar Kapolrestabes, anggota polisi memang menyamar sebagai pemuda biasa. Kondisi itu rupanya dimanfaatkan oleh dua pelaku pengeroyokan yang hendak mereka tangkap.

Salah seorang dari mereka berteriak bahwa anggota polisi, yang ketika itu berpakaian preman, adalah orang yang pernah memukulnya.

Inilah yang kemudian memprovokasi warga, termasuk Agus Maulana, untuk mengeroyok anggota polisi berpakaian preman yang sedianya akan melakukan penangkapan itu.

Dalam kehirukpikukan itu, kata Kapolrestabes, Bripka Pepe Ahmad Mustofa, yang tengah memegang pistol dengan tangan kanannya berhasil memegangi Agus dengan tangan kirinya.

“Pada saat itu korban (Agus) meronta-ronta dan ada yang menarik-narik korban karena masih ada keributan. Akhirnya, tanpa sengaja senjata meletus dan mengenai tengkuk korban,” ujarnya seperti dikutip tribunjabar.

Dalam insiden Minggu dini hari itu, kata Kapolrestabes, empat polisi terluka dan sempat dibawa ke rumah sakit. Semalam, kondisi mereka sudah membaik, tapi AKP Ade, yang juga terluka, masih dirawat di RS Hermina Bandung.

Hingga kemarin siang, sejumlah pelayat masih terlihat berdatangan ke kediaman keluarga korban di Babakan Ciseureuh.

Suasana duka masih kental terasa. Sejumlah petugas polisi berpakaian preman sesekali terlihat di antara kerumunan tetangga dan pelayat.

Suhendarto (33), kakak korban, hanya mengatakan bahwa penanganan hukum menyangkut kematian Agus sudah mereka serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Ini sudah takdir. Kami sudah ikhlaskan kepergian almarhum. Proses hukumnya kami serahkan kepada kepolisian. Ini hanya kesalahpahaman dan mungkin kelalaian dari pihak polisi,” katanya di rumah duka.(TJ/JBS)

Previous articleBanjir Bandang Sukabumi Surut
Next articleHari Ini Buni Yani Dituntut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Notice: Function amp_has_paired_endpoint was called incorrectly. Function called while AMP is disabled via `amp_is_enabled` filter. The service ID "paired_routing" is not recognized and cannot be retrieved. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 2.1.1.) in /home/jabarsatu/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831

Notice: Function amp_has_paired_endpoint was called incorrectly. Function called while AMP is disabled via `amp_is_enabled` filter. The service ID "paired_routing" is not recognized and cannot be retrieved. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 2.1.1.) in /home/jabarsatu/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.