Home Bandung Penganiaya Bobotoh Persib Ricko Andrean Maulana Diringkus Polisi

Penganiaya Bobotoh Persib Ricko Andrean Maulana Diringkus Polisi

888
0

JABARSATU – Jajaran Satuan Reserse Kriminal  Polresta Bandung berhasul meringkus seorang pelaku penganiayaan bobotoh Persib yang menewaskan Ricko Andrean Maulana (22) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Kecamatan Gedebage Kota Bandung.

Wugi F. Rojak Bin Nuron (19), terseangka warga Ciparay, Kab. Bandung,  diringkus di kediamannya. Tersangka berprofesi sebagai buruh.

Sementara itu  polisi juga meringkus empat tersangka yang mengumbar kebencian terkait kasus penganiayaan Ricko. Keempat tersangka  Aldi K. Hildan F (17), warga Purwasari Kab. Karawang.,  Galih Raka F (19), Purwasari Kab. Karawang, Egis Meigi (23), warga tunakarya, Sukabumi, dan Salam (26), warga Lakbok Ciamis. Saat ini kelima tersangka masih dalam proses penyidikan aparat kepolisian di Mapolrestabes Bandung.

Tersaangka Wugi ditangkap Satreskrim Polrestabes yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKBP M Yoris Maulana di kediamannya di wilayah Ciparay, Kab. Bandung.

Menurut Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo didampingi Kasat Reskrim AKBP M Yoris Maulana, sesaat setelah kejadian meninggalnya Ricko, polisi terus bergerak cepat untuk melakukan pengungkapan.

“Satu sepatu yang digunakan pelaku saat menedang korban, baju yang digunakan saat kejadian dan topi pelaku yang kita amankan sebagai barang bukti,” tutur Hendro.

Untuk motif sendiri, Hendro mengatakan pelaku tidak menyukai supporter pendukung Persija Jakarta, Jakmania. “Hasil pemeriksaan, pelaku ini terprovokasi dan spontan melakukan penganiayaan terhadap korban. Mereka (korban dan pelaku) juga tidak saling mengenal,” ‎katanya.

“Mereka kita amankan dari berbagai wilayah, diantaranya Karawang, Sukabumi, dan Ciamis. Mereka memposting ujaran kebencian. Motifnya, ada rasa kesal dan juga kepuasan atas yang diungkapkan oleh para pelaku, namun isi ungkapannya (di medsos) berunsur ujaran kebencian itu yang kita kenakan,” kata Hendro.

Saat ini, Hendro mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap pelaku pengiayaan lainnya. Selain itu dirinya pun telah melakukan penerbitan DPO, yang akan segera di rilis terkait pelaku penganiayaan lainnya‎.

Wugi mengakui jikalau dirinya menganiaya korban. “Kejadiannya saya lagi di bawah, tribun bawah (di Utara), lalu mendengar suara the jack terus saya naik keatas, saya mendengar suara thejack-the jack gitulah. Liat korban lagi dipukul-pukul orang- orang, pas lagi di seret saya ikut nendang. Saya nendang di bagian dada,” jelas Wugi.

Wugi  mengaku menyesal atas apa yang ia lakukan. Dirinya berharap mendapat pintu maaf dari keluarga korban atas apa yang dirinya lakukan. “Dengan kejadian ini saya sangat nyesal, saya minta maaf atas kejadian ini‎,” ungkap  Wugi.

Sementara GR pelaku yang melanggar UU ITE terkait ujaran kebencian itu, dirinya menuturkan, postingan ujaran kebencian tersebut, karena didasari rasa sakit hari terhadap The Jack.

 

GR melalui akun medsos facebooknya, menuliskan “Aing can puaslah nyiksa the jack anjing ai can modar jelema na mah, wawanian datang ka GBLA sarua weh jeung merekeun nyawa, hakan tah akibatna sakarat siah, bersemangat,(Saya belum puas siksa The jack, kalau belum mati orangnya. Beraninya datang ke GBLA sama aja ngasih nyawa, makan tuh akibatnya sekarat kamu).

Kepada wartawan ia menuturkan, postingannya tersebut tidak bermaksud untuk menghina bobotoh ataupun Jakmania. Namun ia memposting begitu dikarenakan rasa dendam.

“Saya posting karena kesal sama Jakmania. Karena Jakmania pernah bakar motor teman saya waktu Persib juara‎,” terang warga Kabupaten Karawang ini.

Akibat perbuatannya, kelimanya pun harus mendekam di balik jeruji besi ruang tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung. Untuk WFR polisi kenakan pasal 170 ayat 2 ke-3e KHUPidana dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.

Sementara untuk para pelaku pelanggar UU ITE, polisi kenakan pasal 45 A ayat (2) UU no 19 tahun 2016 atas perubahan UU no 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan hukamn penjara selama-lamanya enam tahun.(GM/job/ersa/jBS/MD)

Previous articleMOU British Council dan Kota Bandung
Next articlePemkot Bandung Luncurkan Bandung Planning Gallery

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Notice: Function amp_has_paired_endpoint was called incorrectly. Function called while AMP is disabled via `amp_is_enabled` filter. The service ID "paired_routing" is not recognized and cannot be retrieved. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 2.1.1.) in /home/jabarsatu/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831

Notice: Function amp_has_paired_endpoint was called incorrectly. Function called while AMP is disabled via `amp_is_enabled` filter. The service ID "paired_routing" is not recognized and cannot be retrieved. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 2.1.1.) in /home/jabarsatu/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.