Home Bandung Masa Rehabilitasi Malah Pakai Narkoba

Masa Rehabilitasi Malah Pakai Narkoba

646
0

JABARSATU – REHABILITASI ternyata tak membuat RB (20), jera berurusan dengan narkotika. Buktinya, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung itu kembali diamankan pihak kepolisian karena terlibat kasus penyalahgunaan Narkoba. RB (20), warga Kampung Pareang Lio, RT 01/RW 01, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, diamankan olejh penyidik Satresnarkoba Polres Cimahi, di rumahnya pada tanggal 14 Juli 2017 sekitar pukul 16.10 WIB.

“Dari tersangka kami menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik bening berisi shabu-shabu, 4 butir tablet obat jenis Dumolid dan 1 Handphone beserta simcardnya,” ujar Kepala Satres Narkoba Polres Cimahi, AKP Wahyu Agung, ditemui Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kota Cimahi, Senin 24 Juli 2017.

Menurut Wahyu, sebelumnya RB positif menggunakan narkoba. “Karena itu, berdasarkan hasil assesment RB menjalani rehabilitasi medis pada 5 bulan lalu,” ucapnya.

Meski telah menjalani rehabilitasi, petugas kepolisian tetap melakukan pemantauan terhadap pelaku. Tak berselang lama setelah menjalani rehabilitasi, pihak Kepolisian Resor Kota Cimahi mendapat informasi bahwa pelaku kembali mengkonsumsi narkoba.

“Berbekal laporan itu, pemantauan terhadap tindak tanduk pelaku ditingkatkan. Akhirnya pada hari Jumat lalu, kami mengamankan tersangka dan menyita barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut,” terangnya.

Kepada penyidik, tersangka RB mengaku mendapat barang haram itu dari seorang bandar yang kini masih menjadi buruan anggota Satresnarkoba Polres Cimahi.

“Karena sudah berulang, tersangka akan dijerat dengan hukum. Apalagi petugas juga sudah mengingatkan tersangka tetapi tetap mengkonsumsi narkoba dan sebelumnya menjalani rehabilitasi. Pengedar yang jadi DPO masih kami lakukan pengejaran,” terangnya.

Akibat perbuatannya, RB akan dikenai pasal 114 junto pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Resiko hukuman penjara harus dia hadapi, minimal 5 tahun penjara. Padahal kemarin sudah ada upaya terbaik melakukan rehabilitasi, tapi kembali berulah lagi,” tandasnya. (gm/jbs/md)

Previous articleDibalik Kesuksesan Tim Robot Indonesia Asal Depok yang Juara di Amerika
Next articleKa Humas PN Bandung Kehilangan Surat Penting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.