Home Bandung Pelukis Jelekong Ciparay Pameran di Selasar

Pelukis Jelekong Ciparay Pameran di Selasar

1188
0

JABARSATU – Selasar Sunaryo Art Space (SSAS)  menyundang para perupa asal Jelekong Ciparay Kabupaten Bandung,daalam transit #4, ini merupakan  edisi yang khusus, menjalin kerjasama dengan Mitra Seni Indonesia

Para seniman yang diundang dari Jelekong baik klasik maupun kontemporer itu untuk mengikuti program residensi dan lokakarya di bawah bimbingan fasilitator. Mereka diberi kesempatan untuk menimba ilmu dan memperdalam teknik seni rupa serta memperkaya wawasan perihal seni rupa kontemporer.

transit #4 telah memilih 4 seniman Jelekong Kontemporer untuk mengikuti residensi selama 2 bulan sejak 14 Maret – 14 Mei 2017. Selain itu terdapat juga seniman Jelekong Klasik yang akan mengikuti program kuliah umum dan lokakarya yang akan diadakan sebanyak tiga kali. Setelah melalui dua jenis program yang berbeda, karya-karya yang dihasilkan kedua kelompok sepanjang masa residensi dan lokakarya akan dipamerkan bersama dan akan dibuka pada hari ini Jumat 9 Juni 2017 di Bale Tonggoh dan Ruang B Selasar Sunaryo Art Space Bandung.

Komunitas perupa Jelekong sudah berdiri sejak 1970an, dipelopori oleh mendiang Odin Rohidin, berkiblat pada seni lukis lanskap alam. Karya-karya dari Jelekong diproduksi untuk kepentingan dekorasi ruangan, dijual dalam jumlah banyak, dengan harga terjangkau dan tidak dijadikan instrumen investasi. Seiring waktu, perkembangan kekaryaan di komunitas perupa Jelekong mencakup genre yang lebih luas: alam benda, binatang dan seni abstrak. Para perupa di Jelekong terbagi menjadi: mereka yang mengerjakan bisnis lukisan secara paruh waktu—sambil mengerjakan bisnis lain—dan purnawaktu, mengerjakan bisnis ini sepenuhnya. Kelompok yang pertama ini dapat disebut sebagai “Jelekong Klasik”.

Namun di sisi lain, ada juga perupa-perupa lain—yang bekerja paruh waktu—yang menyisihkan waktu untuk melakukan eksperimen kekaryaannya secara mandiri. Walaupun masih mengerjakan lukisan pesanan untuk mencari nafkah, mereka menggunakan waktu luangnya untuk berkarya secara mandiri dan mulai membangun reputasi sebagai seniman. Perupa-perupa ini memiliki perhatian khusus pada perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia terkini, meluangkan waktu untuk melakukan apresiasi dan mengikuti pameran sehingga memiliki rekam jejak yang tercatat dengan jelas. Mereka sudah mulai melihat dunia seni rupa sebagai dunia dengan potensi karir yang spesifik. Kelompok kedua ini dapat disebut sebagai “Jelekong Kontemporer”.

Para Seniman yang turut dalam Seniman Residensi antara lain Abdul Munir, Arya Sudrajat, Hedi Soetardja, Inovic Dhu, Semnetara Seniman Loka Karya Ialah Acep Dedi Kurnia, Iyan Sopyan, Agi Jakaria  ,  Iyus Rusmana, Arif Mustari,  Robi Rustandi, Bambang Hermawan ,             Sahal Abdullah, Dian Handayani, Shopia Himatul Alya, Didi Suryadi, Sopiandi, Fikri Ramadhan,  Toni Diasentara, Ganjar Rexsandi Putra,  Ujang Ahmad , Iman Budiman dan Umar Syidik. (JBS/MD)

Previous articleGudang Mebeul Musnah Dilalap Api
Next articleEmpat Pemenang Lomba Menulis Puisi Ramadhan MSB 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.