Home Bisnis & Ekonomi Daging Babi Untuk Baso Ditemukan di Bogor

Daging Babi Untuk Baso Ditemukan di Bogor

1312
0
Fresh Raw Meat Background with Smoked Pork Chops, Beef Meat, Turkey and ground beef

JABARSATU – Sebanyak 300 kilogram daging babi hutan atau celeng disita Satuan Reskrim Polres Bogor.‎ Daging celeng sebanyak itu dikirim ke Bogor untuk bahan pembuatan bakso. Pengungkapan pengiriman daging celeng ini merupakan pengembangan dari penangkapan enam orang pelaku yang ditangkap sebelumnya.‎

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menjelaskan, daging celeng yang saat ini menjadi barang bukti itu diamankan dari tangan DM dan AG saat akan melakukan pengiriman ke Bogor.‎  “Daging babi hutan ini dikirim dari sumatera untuk dioplos dengan daging ayam sebagai bahan pembuatan baso,” terangnya di Mapolres Bogor.

Menurutnya, lemak daging celeng berbeda dengan daging sapi lantaran warnanya agak sedikit pucat.‎ Tak hanya itu, Polres Bogor juga mengamankan adonan baso yang berbahan daging celeng yang sudah bercampur daging ayam untuk dijadikan barang bukti.‎

Daging giling yang sudah dioplos itu dijual seharga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogramnya.‎ “Mereka menjual khusus untuk pedagang baso, karena daging oplosan itu lebih murah,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, penjual daging oplosan untuk bahan pembuatan cilok dan baso diringkus polisi.‎

Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, ada tujuh pelaku yang diamankan. ‎‎ PN (43), AI (35), UJ (24), IM (30), MA (31), dan seorang pembeli HS (38) yang diamankan di ruko Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor pada hari Minggu lalu.

Menurutnya, pelaku telah mencampur daging ayam dengan daging celeng. Daging oplosan itu kemudian dijual untuk bahan pembuatan cilok dan baso.‎ “Saat ini masih dalam pemeriksaan untuk menentukan tersangkanya,” ujarnya.‎

Saat ditangkap, polisi menemukan daging babi hutan seberat 46 kilogram, daging ayam seberat 60 Kilogram, serta daging ayam yang sudah dicampur daging babi seberat 4 kilogram.‎ Satu unit penggilingan daging kasar, 1 unit penggilingan daging halus dan 1 buah frezer ikut dibawa ke Mapolres Bogor untuk dijadikan barang bukti.‎

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti menginstruksikan agar seluruh camat di Kabupaten Bogor lebih sering turun ke pasar saat bulan puasa ini.‎”Camat di masing-masing wilayah harus melakukan pengawasan langsung ke pasar tradisional, untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako,” ujar Nurhayanti usai melakukan pertemuan dengan para pimpinan Muspida di Pendopo Cibinong.‎

Saat turun ke pasar, para camat juga harus bekerjasama dengan Disperindag dan PD Pasar ketika melakukan pengawasan harga.‎”Disperindag dan PD. Pasar juga tidak boleh diam, apalagi belakangan ini ada temuan seperti makanan kadaluwarsa dan daging celeng oplosan di pasaran,” tegasnya.‎

Hal itu dilakukan agar masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional tidak dibayangi rasa kekhawatiran dengan bahan pokok yang dibelinya. “Saya ingin masyarakat itu bisa nyaman saat belanja di pasar tradisional, terutama saat membeli kebutuhan pokok,” katanya. (WK/JBS/MD)

Previous articleKinerja PNS Bandung Rendah
Next articleCuplikan Pidato Soekarno 1 Juni 1945

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.