Home Nasional Polri Bentuk Satgas Pangan Dalam Upaya Stabilkan Harga Jelang Lebaran

Polri Bentuk Satgas Pangan Dalam Upaya Stabilkan Harga Jelang Lebaran

561
0

JABARSATU – Guna menjaga stabilitas harga pangan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Lebaran 2017, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama sejumlah menteri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Satgas dipimpin oleh Irjen Pol Setyo Wasisto.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Satgas tersebut akan melakukan pengawasan harga pangan di pasar-pasar yang akan dievaluasi hasilnya pada tiap dua pekan.

“Selain melakukan pengawasan harga dan ketersediaan sembako, satgas ini juga bertugas melakukan penegakan hukum terhadap kartel dan mafia pangan,” kata Tito kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, sebagaimana diliris Humas Sekretariat Kabenet RI, Rabu (3/5/2017).

Menurut Tito, selain di tingkat pusat, di tingkat daerah pun juga dibentuk Satgas Pangan Polda bersama sejumlah dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan. Satgas Pangan Polda dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda.

Selain membentuk Satgas Pangan, menurut Kapolri, pihaknya juga melakukan tatap muka jarak jauh dengan kapolda, gubernur , bupati dan walikota sejumlah daerah.

Dari hasil tatap muka tersebut, diketahui bahwa ketersediaan sembako di Tanah Air mencukupi hingga Lebaran. “Suplai sembako aman. Ketersediaan sembako aman, persoalan rantai distribusi yang ada spekulan, penimbun, kartel sedang kami tangani bersama,” kata Kapolri.

Koordinasi antarlembaga dan pembentukan satgas tersebut merupakan perwujudan dari perintah Presiden Joko Widodo yang meminta sejumlah menterinya agar menstabilkan harga sembako. Presiden meminta dalam rapat terbatas jelang Ramadhan dan Lebaran agar harga sembako stabil sehingga kami sepakat dengan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, KPPU, Bulog, Bea Cukai untuk koordinasi dan konferensi video dengan daerah.(SK/JS/HMT)

 

Previous articlePemkot Bogor Gelar Pekan Panutan PBB P2
Next articleGlobal Sustainability Standards Bagi IKM Masih Menjadi Kendala