Home JabarKini Waduk Jatigede Jangan Dimanfaankan untuk Keramba Terapung

Waduk Jatigede Jangan Dimanfaankan untuk Keramba Terapung

794
0

JABARSATU – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), meminta kepada instansi terkait untuk tidak memberikan izin pemanfaatan waduk melalui penanaman ikan dengan menggunakan keramba.

“Kita buat percontohan, dengan mengelola perairan umum oleh masyarakat sendiri dengan menanam ikan,” ucapnya.

Aher khawatir, dengan pemberian izin keramba terapung seperti di sejumlah bendungan lain di Jawa Barat, bisa berdampak pada kebersihan air serta pada kualitas air akan menurun.

“Kita tentu khawatir limbah perikanan akibat pakan berdampak pada biaya perbaikan turbin yang cepat rusak, berdampak pada alat-alat terkait pada bendungan itu akan semakin cepat rusak,” katanya.

Aher menyatakan, dengan cara seperti itu, masyarakat dibebaskan untuk mencari ikan di Waduk Jatigede ini sepuasnya dengan terlebih dahulu tentunya ditanami oleh Pemerintah Daerah.

“Kita sudah menanam sekitar 12 juta benih ikan, kemudian hari ini 5 juta ikan, dan kita meminta kepada Dinas Perikanan untuk setiap tahun menebar benih minimal 5 juta benih berbagai ikan,” tutur Aher, disela-sela acara peringatan Hari Air Dunia XXV Tingkat Jawa Barat yang dipusatkan di kawasan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, sebagaimana dilansir media resmi Pemprov Jabar, Kamis (27/4/2017).

Dikemukakan Bupati Sumedang Eka Setiawan, penataan dan Pemanfaatan kawasan Waduk Jatigede perlu dirumuskan bersama-sama antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Langkah strategi, jalinan sinergis antara Kabupaten Sumedang dengan Pemerintah Provinsi Jabar perlu dilakukan untuk menata dan memanfaatkan Waduk Jatigede,” ucap Eka

Eka berharap, kedepan Waduk Jatigede menjadi kawasan ekonomi khusus serta menjadi kawasan unggulan di berbagai sektor di Kabupaten Sumedang.

“Waduk Jatigede nantinya bisa menjadi tempat olahraga air, perikanan dan wisata yang secara langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya dan Pemerintah Kabupaten Sumedang umumnya,” katanya.

Menurut Eka, air memiliki fungsi mendasar baik untuk saat ini maupun untuk dimasa mendatang dalam upaya untuk kehidupan hajat masyarakat.

“Pemanfaatan air sangat penting oleh karenanya kita harus mampu menjaganya dari kerusakan baik dengan melakukan penghijauan di sekitar bendungan maupun DAS serta mengajak masyarakat untuk turut menjaganya,” ujarnya. (PJB/JS/HMT)

Previous articlePemkab Karawang Gelar Bimtek Informasi dan Teknologi Bagi Operator Desa
Next articleUang Muka 1% Rusunami Masyarakat Berpenghasilan Rendah