Home Bisnis & Ekonomi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang Menolak Mobil Dinas Anggota DPRD Jabar, Tapi...

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang Menolak Mobil Dinas Anggota DPRD Jabar, Tapi Rumah Dinasnya Mewah

530
0
Ini penampakan interior mewar Rumah Bupati Purwakarta / ist

JABARSATU – Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan bahwa Rumah dinas Bupati Purwakarta begitu mewah dan tidak pro rakyat.

“Padahal Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang Menolak Mobil Dinas Anggota DPRD Jabar, Tapi Rumah Dinasnya Mewah dan realisasi anggaran untuk interior saja sudah menghabiskan dana sebesar Rp.1.377.940.000, dan untuk rehab rumah dinas bupati Purwakarta, setiap tahun atau 3 tahun sudah menghabiskan sebesar Rp.2.320.321.500,” uajar Uchok kepada JABARSATU.COM Senin 3 April 2017 malam.

Kita tahu masa jabatan Didi Mulyadi akan berakhir 2018. Dan di masa akhirnya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kini  menghadirkan rumah bernuansa wah nilai estetik jelang akhir masa jabatan yang akan berakhir pada Maret 2018 mendatang.

Rumah dinas BupatiPurwakarta terintegrasi dengan taman-taman sekaligus kantor sekretariat daerah. Semuanya terletak di sebuah kompleks di Jalan Gandanegara No 25 Purwakarta.

Menurut Uchok jika masih inget, Bupati Purwakarta, H.Dedi Mulyadi yang menolak mobil dinas anggota DPRD Jabar, dan juga menginstruksikan pada seluruh Fraksi Golkar Jabar untuk menolak pengadaan Mobil dinas, yang dikatakan mewah itu.

“Seolah-olah dengan penolakan mobil dinas ini, biar dinilai Publik,  seorang Dedi itu pro rakyat, dan biar juga hidupnya dinilai sederhana. Padahal, antara statemen Dedi dengan kenyataan sangat bertolak belakang, berbeda jauh seperti langit dan bumi,”beber Uchok.

Sebagimana harus diketahui, H. Dedi Mulyadi ini, selain ketua DPD Golkar Jabar, juga seorang Bupati Purwakarta.

Coba lihat, realisasi anggaran kabupaten Purwakarta, juga tidak pro rakyat banget.
masa sejak tahun 2014 sampai tahun 2016, realisasi anggaran,  banyak juga diperuntukan kebutuhan rehab rumah dinas, dan Interior rumah dinas bupati Purwakarta, total sebanyak Rp.3.698.261.500.

“Dan hal ini betul-betul rumah dinas yang mewah dan fantastis dong. Kemudian, pasti yang tahu, akan tepok jidat bila membaca  untuk realisasi anggaran untuk interior sudah menghabiskan sebesar Rp.1.377.940.000, dan untuk rehab rumah dinas bupati Purwakarta, setiap tahun atau 3 tahun sudah menghabiskan sebesar Rp.2.320.321.500,” ujarnya ditegaskan kembali soal anggarannya.

Apalagi yang harus patut dicurigai, dan disini kami dari CBA meminta Kepada aparat hukum seperti Kepolisian, KPK dan Kejaksaan agar memeriksa adanya pemenang lelang yang “itu-itu” saja, yaitu perusahaan CV. Bisnis Mandiri yang sudah berturut turut menang dua kali dalam rehab proyek rumah dinas tersebut. “Dan jika perlu Bupati pun langsung diperiksa,” tandas Uchok. |AAG