Home Hukum Keseriusan HM Yusuf Dinanti, AMPG: Dedi Mulyadi Jangan Ikut Campur

Keseriusan HM Yusuf Dinanti, AMPG: Dedi Mulyadi Jangan Ikut Campur

834
0

JABARSATU – Terpilihnya HM Yusuf sebagai Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya di Musda 27 Agustus 2016 tak lantas membuat seluruh kader Golkar ikut gembira. Sebagian dari mereka bahkan masih menyimpan kecewa. Faktor pemicunya gara-gara kegiatan Musda pindah ke Bandung di saat situasi keamanan di Kota Tasik kondusif adem ayem.

Organisasi sayap Partai Golkar, AMPG merespon hal ini. Wakil Ketua PD AMPG Kota Tasikmalaya Ali Anshori menyebut bahwa tugas HM Yusuf selaku ketua baru semakin berat manakala dibenturkan dengan rekonsiliasi dan konsolidasi partai.

“Saya berpendapat Golkar akan berat, ke depan harus kerja extra all out pasca pengelenggaraan Musda di Bandung yang telah menuai Pro & kontrak di antara kader itu, “katanya kepada TASIKSATU, Rabu.

Sebagai organisasi sayap partai yang telah lama lekat intim di tubuh partai beringin, ia dan jajaran AMPG mengaku siap mengamankan dan memperjuangkan kebijakan partai ke masyarakat. Meski untuk menunaikannya teramat berat.

“Takut-takut Golkar terpecah belah. Makanya Pak Yusuf harus cepat-cepat kerja nyata & melihatkan kesungguhannya di beringin ini. Stop masalah kepengurusan ini kubu A atau B. Mari sama-sama singsingkan tangan demi kebesaran partai,”tandasnya.

Sisi lain, ia pun menyoroti peran Dedi Mulyadi selaku Ketua DPD Golkar Jawa Barat yang dinilainya terlalu banyak terlibat dengan urusan di daerah. Campur tangan Dedi ini dianggap berlebihan.

Seharusnya, kata dia, Dedi Mulyadi selaku pucuk pimpinan Golkar provinsi lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi soal Musda ini. Tidak lantas mengambil keputusan seenaknya dan tanpa sebab.

“Jangan atas dasar masukan kanan kiri yang membuat asal bapak senang. Ini publik bertanya-tanya kenapa Musda di Bandung? Nuansanya jelas kelihatan menjelang perhelatan Pilkada. Yang mau jadi Ketua  Golkar itu Pak Yusuf atau Pak Dedi, “tandasnya.

“Jadi intinya udahlah Golkar Jabar jangan terlalu campur tangan, serahkan pada kami, kami udah dewasa dan ngerti bukan anak Paud yang selalu dikawal ortuya,” tambahanya bernada kesal. (tyo/tasikmalayasatu.com)

Previous articleAduh Ada Jaringan Mucikari Kaum Gay di Bogor dan Sukabumi
Next articlePGN Raih Laba Bersih Rp 2 Triliun di Semester I