Home JabarKini Longsor di Sukabumi Ancam 429 Bangunan

Longsor di Sukabumi Ancam 429 Bangunan

806
0

Bencana tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan 429 bangunan terancam, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.

“Longsor yang terjadi di Desa Cimenteng dan Desa Nagrakjaya, Sukabumi, menyebabkan tebing longsor, tanah retak dan ratusan bangunan rusak,” kata Sutopo lewat keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (17/08/2016).

Dia mengatakan warga terpaksa mengungsi. Tipe longsoran yang merayap terus terjadi diperparah hujan yang terus turun menyebabkan bencana makin mengancam masyarakat.

Jumlah keseluruhan bangunan yang terdampak longsor sebanyak 429 bangunan yaitu 174 unit rumah rusak berat, 102 rumah rusak sedang, 56 rumah rusak ringan dan 97 unit rumah terancam.

Selain itu, bangunan fasilitas umum dan sawah mengalami kerusakan yang meliputi 4 gedung majelis taklim rusak, 4 musholla rusak, 1 bangunan pesantren rusak, 1 bangunan SD rusak berat, 1 bangunan kantor desa rusak berat, 1 Puskesmas pembantu rusak berat, 1 bangunan Posyandu rusak berat dan 10 hektar sawah rusak sekaligus gagal panen.

Sutopo mengatkan sebanyak 386 KK atau 1.139 jiwa terdampak langsung longsor. Jumlah pengungsi tidak tetap berubah-ubah tergantung cuaca. Saat hujan atau malam pengungsi tidak tetap mencapai 300-350 jiwa tapi saat cuaca terang hanya berkisar 100-150 jiwa.

Tanah longsor yang berlangsung di Sukabumi tersebut lebih besar dan terus meluas dibanding longsor 2012.

Bupati Sukabumi masih menetapkan masa tanggap darurat. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Muspika, TNI/Polri dan relawan serta masyarakat setempat melakukan evakuasi korban ke tempat yang aman. BNPB terus mendampingi BPBD untuk penanganan darurat.

Kementerian Sosial memberikan bantuan logistik sementara sanitasi dan air bersih dibangun Dinas PU. Pelayanan kesehatan untuk para pengungsi dari Dinas Kesehatan. Posko tanggap darurat, pos kesehatan dan pemasangan rambu-rambu peringatan bencana dan jalur evakuasi telah didirikan.

Relawan dari berbagai pihak seperti PMI, Pramuka Peduli, Tagana dan Rumah Zakat juga telah memberikan bantuan, kata Sutopo. |ANT

Previous articleMemalukan Senator ini Gunakan Pesawat Carteran Saat APBN Dilanda Krisis Penerimaan
Next articleGloria: Oui Je Parle Francais, tapi Saya Tetap Sunda