Home Bisnis & Ekonomi Dubes Uni Eropa: Dunia Penerbangan Indonesia Jangan Patah Arang

Dubes Uni Eropa: Dunia Penerbangan Indonesia Jangan Patah Arang

672
0

JABARSATU – Kemajuan terhadap dunia penerbangan di Indonesia semakin terasa hari demi hari. Hal ini didukung oleh lepasnya tiga maskapai penerbangan Indonesia dari daftar maskapai yang dilarang terbang di wilayah Eropa, yakni Citilink, Batik Air, dan Lion Air. Namun, hal ini dirasa kurang memuaskan mengingat masih terdapat sekitar 52 maskapai penerbangan Indonesia yang belum layak untuk mengudara di langit Eropa.

”Pada dasarnya ini merupakan tugas utama dari Dirjen perhubungan Indonesia. Meskipun demikian, Uni Eropa akan terus melakukan perbaharuan terhadap daftar tersebut namun tugas utama tetap diberikan kepada pemerintah Indonesia,” ucap Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend, saat ditemui pada konferensi pers di Intiland Tower (17/6).

Menurut Guérend, sebenarnya Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam dunia penerbangan dunia, sehingga mempunyai modal yang mumpuni untuk menjadi salah satu poros penerbangan dunia. Hal ini dibuktikan dengan adanya pasar yang besar di sekitar Indonesia. Selain itu, lalu lintas penerbangannya merupakan salah satu yang paling sibuk. Belum lagi keadaan di lapangan, menurutnya telah menunjukkan berbagai macam peningkatan. Peningkatan-peningkatan tersebut meliputi peningkatan prosedur, pelatihan, sumber daya manusia, dan lain-lain.

Hal ini sesuai dengan pendapat Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  Kemenhub, Agoes Subagyo, saat berbicara pada konferensi pers.

”Semakin banyak airline yang di release, semakin bagus terlihat oleh EU pemerintah Indonesia khususnya di bidang Kementrian Perhubungan. Semakin baik dari segi regulation, guidance, procedures, human resources, training, surveillance, itu poin-poin yang menjadi strength point yang kita tunjukkan. Makin banyak airlines diterima, menandakan makin baik kita. Mungkin nanti pada saatnya, kita akan di-accept. Tapi itu mungkin perlu waktu. Ya kita terus berusaha untuk menunjukkan kepada Uni Eropa bahwa kita terus konsisten dan improve.”

Meskipun demikian, Guérend mencatat bahwa ini bukanlah masalah yang sederhana dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu semalam atau dalam waktu yang instan. Ini merupakan permasalahan yang menyangkut kesiapan Indonesia dalam menerapkan semua sistem yang semestinya dilakukan telah terlaksana di seluruh Indonesia secara luas atau belum. -ed/ew

Previous articleDibawah Kepemimpinan Rini, KAHMI : BUMN Semakin Menyimpang
Next articleAher Akan Sisir Oknum dalam Sengketa Lahan Dinas Peternakan Jabar