Home Bisnis & Ekonomi Ke Mana Perginya Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Syamsudin?

Ke Mana Perginya Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Syamsudin?

942
0

ms,mf,ssJABARSATU – Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika mengungkapkan, divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 10,64% tidak bisa dilakukan melalui penawaran saham atau initial public offering (IPO). Jika dipaksakan melalui IPO, saham Freeport akan tetap dimiliki asing, bukan oleh pemerintah Indonesia.

“Tujuannya agar saham yang dimiliki oleh Indonesia itu meningkat. Kenapa meningkat? Supaya peran perusahaan Indonesia meningkat. Karena itu ada kewajiban divestasi,” kata Kardaya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/11).

Mekanisme IPO, lanjutnya, juga tidak ada dalam aturan divestasi. Yang ada hanya BUMN ataupun BUMD. “Kalau tidak ada mekanisme di kontrak berdasarkan ketentuan, itu tidak usah dilaksanakan,” tuturnya.

Freeport memang berencana mengambil opsi IPO. Padahal, IPO tidak disebutkan dalam kontrak divestasi. Namun, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku siap membeli saham Freeport apabila harganya murah.

Sebelumnya, rapat dengar pendapat Komisi VII DPR serta Panitia Kerja Mineral, Sumber Daya, dan Energi dengan Freeport yang dijadwalkan pada Senin ini ditunda. Karena, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin tidak hadir. Padahal, rapat itu rencananya akan membahas soal renegosiasi kontrak Freeport di Indonesia serta rencana pembangunan smelter.

Atas ketidakhadiran Maroef, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, berang. Ia menilai PT Freeport tidak serius dalam urusan renegosiasi kontrak dan pembangunan smelter. “Saya meminta pihak Freeport memperingatkan presdirnya untuk datang. Kalau enggak datang di rapat, selanjutnya kami anggap enggak perlu bahas ini. Ini masalah kedaulatan dan aset negara,” tutur Iskan di Gedung Nusantara I DPR.

Ia juga mengancam, jika pihak PT Freeport tidak konsisten pada rapat selanjutnya, renegosiasi kontrak Freeport tidak akan diteruskan. “Kalau enggak datang, konsekuensinya apa masih diperlukan kontrak ini diperpanjang dengan Freeport?” katanya.

Rencananya, rapat itu akan digelar pada 1 Desember 2015 mendatang, mulai pukul 13.00 WIB. [Kom/Djun/jbs]

Previous articleTerungkap, Cara Media Cari Duit Lewat Kontrak Pencitraan Tokoh
Next article#BorgolAhok Masuk Daftar Trending Topics Dunia, Akankah Ahok di Bui?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.