Home Bisnis & Ekonomi Dana Pmbuatan Paspor Haji Telat

Dana Pmbuatan Paspor Haji Telat

425
0

JABARSATU.COM – Pembu
atan paspor bagi calon jamaah haji di Kabupaten Cianjur

terpaksa harus meminta bantuan dari para calon jamaah. Hal itu dilakukan akibat

belum cairnya anggaran dari Kementerian Agama RI untuk biaya pembuatan paspor.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Dadang Ramdani melalui
Pelaksana Seksi Urusan Haji dan Umroh, H. Mamat Selamet Kurniawan membenarkan

biaya pembuatan paspor untuk calon jamaah haji masing-masing sementara di

tanggung oleh nasabah. Hal itu untuk mempercepat proses pelayanan dan

optimalisasi.
“Memang benar sementara biaya untuk pembuatan paspor ditanggung oleh calon

jamaah haji. Ini untuk mempercepat proses pelayanan, karena anggaran untuk

biaya pembuatan paspor masing-masing jamaah senilai Rp 360.000 belum turun dari

Kementerian Agama,” kata Mamat saat ditemui diruang pelayanan pendaftaran haji

dan umroh Kemenag Cianjur, Kamis (30/4/2015).
“Nantinya kita akan kembalikan sesuai dengan biaya pembuatan paspor Rp 360.000,

jamaah hanya menunjukkan berkas slip setoran ke bank,” lanjutnya.
Biaya penerbitan paspor yang dibayar oleh masing-masing jamaah tersebut lanjut

Mamat, sebagaimana surat edaran Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal

Penyelenggaraan Haji dan Umroh Nomor: Dt.VII.II/2/Hj.00/1132/2015 Tentag

Penyelesaian Paspor, seragam Batik, dan suvenir calon jamaah haji tahun 1436

H/2015 tertanggal 5 Maret 2015.
“Kita tidak berani kalau tidak ada dasarnya. Inipun hanya bertujuan untuk

mempercepat pelayanan. Nanti kalau anggarannya sudah turun dari pusat akan

segera dikembalikan ke para jamaah,” tegasnya.
Hingga saat ini kata Mamat, baru sekitar 200 calon jamaah haji yang sudah

mengurus paspor. Hal itu lantaran pengurusan paspor tidak bisa dilaksanakan

secara serentak menunggu jadwal dan giliran yang dibuat kantor Imigrasi. “Kita

dapat giliran seminggu dua kali setiap pertemuan 50 jamaah,” katanya.
Diharapkan pada Juni, seluruh calon jamaah haji sudah selesai dalam pembuatan

paspornya. Pihaknya juga mengakui masih ada kendala dalam pembuatan paspor.

“Kendalanya, didata jamaah banyak beda antara KTP, KK dan akta dan pendukung

laiannya. Ini harus disesuaikan mana yang harus dipakai,” katanya. (GM/JBS

Previous articleSBSI; Gaji Buruh Harus Naik
Next articlePolda Jabar Akomodir Kegiatan Para Buruh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.