JABARSATU.COM – Partai Demokrat harus membuka ruang kontestasi bagi seluruh kader untuk bertarung dalam pemilihan ketua umum dalam Kongres III. Dibukanya peluang itu akan menghindari Demokrat dari badai masalah di internal.
“Mau tidak mau, peluang berkontestasi itu harus dibuka untuk kader yang memenuhi syarat,” kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, saat dihubungi, Senin (27/4/2015).
Siti menuturkan, kekecewaan akan muncul dari dalam tubuh Demokrat jika tak ada peluang kontestasi dalam Kongres III. Ia bahkan menilai bukan tidak mungkin kekecewaan itu akan mengarah pada perpecahan Demokrat jika ada skenario aklamasi sebelum kongres berlangsung.
Kongres Demokrat rencananya digelar di Surabaya, mulai 11 Mei 2015. Dalam kongres tersebut, pimpinan Demokrat di tingkat kabupaten/kota dan provinsi akan hadir serta memilih ketua umum periode 2015-2020.
“Ruang kontestasi harus dibuka sehingga tidak ada kekecewaan dari kader,” ujar Siti.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie sempat mengungkapkan kekhawatirannya jika Partai Demokrat pecah karena ruang bersuara menjelang dan di saat Kongres III Demokrat ditutup. Ia mendorong semua elite di partainya untuk menjalankan proses demokrasi secara santun.
“Kalau ruang demokrasi ditutup, itu yang membuat partai ini terpecah belah karena orang yang enggak diberi kesempatan bersuara dan bermain di dalam, dia akan bersuara dan bermain di luar,” kata Marzuki.
Marzuki menuturkan, dirinya lebih setuju jika semua kader diberi kebebasan untuk mengusung dan mendukung calonnya dalam Kongres III.
Marzuki menyayangkan jika ada segelintir elite Demokrat yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi dengan mendorong terciptanya aklamasi sebelum kongres berlangsung.
Mengenai rencana maju sebagai calon ketua umum, Marzuki belum dapat memastikannya. Ia mengaku siap berkompetisi jika didukung peserta kongres dengan jaminan kompetisi yang diatur secara adil dan rasional.
Sementara itu, Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan menyatakan bahwa hampir seluruh pengurus Demokrat pemilik suara sah dalam Kongres III memberikan dukungannya pada Susilo Bambang Yudhoyono agar kembali maju sebagai calon ketua umum.
SBY dianggap figur pemersatu partai yang mampu meningkatkan perolehan suara Demokrat saat menghadapi Pemilu 2014.
“Ini adalah murni aspirasi kader. Kalau dia (Marzuki) menyatakan hal lain ya dia tidak tahu aspirasi kader. Hampir semuanya ingin SBY jadi ketum,” ujar Syarief.
SBY mengaku bersedia kembali menjabat ketum jika didukung mayoritas kader Demokrat. Ia mengaku sebenarnya ingin menyerahkan posisi ketua umum Demokrat selanjutnya kepada kader Demokrat lainnya.
Namun, dia mengaku tidak bisa menolak permintaan yang begitu besar dari semua kader Demokrat di seluruh Indonesia. (K/Jbs)