Home JabarKini JK ; Tak Perlu Minta Maap pada Malaysia

JK ; Tak Perlu Minta Maap pada Malaysia

485
0

JABARSATU.COM – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyatakan, bisnis yang ramah lingkungan menjadi tanggung jawab semua negara. Sebab, seiring dengan investasi dan perdagangan yang berkembang, setiap negara pasti memberikan kontribusi terhadap kerusakan lingkungan negara lain.
Kalla menyampaikan, batu bara yang dibeli dari Indonesia tentu akan mencemari lingkungan. Begitu pula dengan pembalakan hutan yang ada di Indonesia, yang tak jarang menimbulkan kerusakan hutan dan kebakaran.
Jika sudah begitu, kata Kalla, penanam modal tidak boleh hanya lepas tangan setelah membayar lima dollar AS per hektar dan mengambil manfaat dari hutan Indonesia. Tentu saja, kata Kalla, para investor harus membayar kembali dengan komitmen menjalankan bisnis ramah lingkungan.
“Masalah kabut asap membuat warga Malaysia enggak bahagia. Apakah kita harus minta maaf? Enggak perlu. Karena selama 10-11 bulan, negara-negara tetangga menikmati iklim yang bagus dan tidak pernah berterima kasih ke kita,” kata Kalla, dalam sambutan kunci di Tropical Landscapes Summit: A Global Investment Opportunity, Jakarta, Senin (27/4/2015).
Bisnis yang ramah lingkungan semakin penting. Kalla bahkan menegaskan, ke depan, jika berbisnis tanpa memperhatikan lingkungan maka sebuah produk tidak akan laku. Kalla juga mengatakan, bisnis yang berkelanjutan di Indonesia utamanya harus menjaga kelestarian lingkungan, hutan adalah salah satunya.
Dia menyadari, selama 50 tahun terakhir banyak terjadi kerusakan hutan akibat aktivitas ekonomi. “Di Kalimantan dan Sumatera banyak hutan rusak. Banyak orang ribut menyelamatkan orang utan, tapi lupa menyelamatkan orangnya (manusia),” kata Kalla disambut tawa seisi ruangan.
Dalam kesempatan sama, Pavan Sukhdev, UNEP Goodwill Ambassador and CEO of GIST Advisory, membenarkan pernyataan Kalla. Banyak negara tidak berterima kasih pada Indonesia, atas hutannya sebagai paru-paru dunia.
Selain Indonesia, dua wilayah lain yang sangat berkontribusi terhadap lingkungan dunia, yakni hutan di Amazon dan Afrika.(JBS/k)

Previous articlePengacara “Bali Nine” Minta Eksekusi Mati Ditunda
Next articleBPK Temukan Dugaan Korupsi Alat Kesehatan Rp 1,4 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.