Home Bisnis & Ekonomi BPOM, “Nata de Coco Diolah ZA dan Urea Food Grade Aman Dikonsumsi”

BPOM, “Nata de Coco Diolah ZA dan Urea Food Grade Aman Dikonsumsi”

851
0

cocojabarsatu.coM – Belum lama ini ramai diberitakan manisan sari kelapa (nata de coco) yang diolah menggunakan ZA. Tentu saja hal seperti itu membuat masyarakat takut.
Buntutnya, pihak kepolisian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penggerebegan dan penyegelan pabrik nata de coco yang berada di daerah Jawa Tengah tersebut.
Namun yang mengejutkan justru datang dari BPOM yang mengeluarkan pernyataan, bahwa jenis minuman Nata de coco yang mengandung urea (CH4N2O) aman dikonsumsi selama urea yang digunakan masuk dalam kategori tara pangan atau food grade. Demikian dikatakan Kepala Biro Hukum dan Humas BPOM, Budi Djanu Purwanto.
“Begitu juga Amonium sulfat Zwavelzure Amoniak (ZA) dengan rumus kimia (NH4)2S04 itu aman kalau ‘food grade'” kata Budi di Jakarta, Kamis (9/4/2015) kemarin.
Budi mengatakan akan berbeda halnya jika ZA dan urea yang digunakan dalam nata de coco bukan kategori “food grade”.
“Dalam rangka keamanan pangan, ZA dan Urea yang digunakan adalah jenis ‘food grade’ (tara pangan/khusus untuk pangan). Karena jika menggunakan yang “nonfood grade” dikhawatirkan ada potensi cemaran logam berat apabila dikonsumsi,” kata dia.
Budi mengatakan nata de coco adalah produk pangan hasil fermentasi dengan bahan baku air kelapa dan menggunakan starter bakteri Acetobacter xylinum.
Aktivitas bakteri tersebut akan menghasilkan lembaran-lembaran selulosa berwarna putih keruh yang semakin lama semakin tebal dan produk yang dihasilkan mempunyai tekstur kenyal.
Untuk mendukung pertumbuhan Acetobacter xylinum, dibutuhkan kondisi optimal berupa kelembaban, suhu dan asupan nutrisi yang sesuai. Salah satu nutrisi yang berperan penting dalam pertumbuhan Acetobacter xylinum adalah nitrogen, seperti terdapat pada ZA dan urea. ZA dan urea, kata dia, berfungsi sebagai bahan penolong (processing aids) golongan nutrisi untuk mikroba (microbial nutrients/microbial adjusts).
Sebelumnya diberitakan, Polres Sleman menemukan produsen nata de coco yang menggunakan ZA di bangunan bekas SD Negeri Semarang 3, Sidomulyo, Godean, Sleman. ZA tersebut dilaporkan tidak masuk dalam tara pangan.
Produsen mencampur ZA bukan tara pangan ke dalam endapan air kelapa saat memproduksi nata de coco. Karena itu, produsen nata de coco itu harus berurusan dengan hukum. Budi mengatakan faktor keamanan pangan lain yang perlu mendapat perhatian dalam pembuatan nata de coco adalah penerapan praktik cara produksi pangan olahan yang baik.
“Badan POM akan tetap memantau dan mengawasi isu ini,” kata dia.
(jbs/md/gm)

Previous articleDua Pemain Persib Berkemah di Ciater
Next articleBawakan Tari Saman, Pelajar Indonesia Siap Unjuk Gigi pada IFLC 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.