Home JabarKini Wartawan Dikunci Dalam Ruangan saat Hendak Mewawancara Menlu

Wartawan Dikunci Dalam Ruangan saat Hendak Mewawancara Menlu

503
0

menluJABARSATU.COM -Acara Bandung Conference And Beyond 2015 di Balai Senat Universitas Gajah Mada (UGM), Rabu (8/4/2015), yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, diwarnai aksi protes dari para pekerja media. Pasalnya, para wartawan yang ingin memwawancarai Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, justru dikunci dari luar oleh panitia penyelenggara.
Usai Guru Besar School of International Service American University Washington DC Prof Amitav Acharya menyampaikan seminarnya, terlihat Retno meninggalkan ruangan. Serentak, para wartawan berusaha mengejarnya untuk diwawancarai. Namun, ketika hendak keluar, pintu akses justru dikunci oleh para panitia.
Alhasil, para wartawan tak bisa keluar. Sejumlah wartawan sempat berteriak-teriak minta pintu dibuka, bahkan ada yang mencoba mendobrak pintu tersebut. “Tadi saya dan teman-teman mau keluar wawancara Menlu, tapi pintu dikunci dari luar oleh panitia. Kami hanya ingin wawancara, kenapa harus dikunci?” kata Herminanto, salah satu wartawan.
Kontan, setelah pintu dibuka, para wartawan langsung mendatangi panitia untuk memprotes aksi panitia tersebut. Tak hanya ke panitia, para awak media pun mendatangi Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati untuk melaporkan kejadian itu.
Bahkan, salah satu pengurus Fortakgama (Forum Wartawan Keluarga Gadjah Mada) Anggoro Rulianto mengungkapkan insiden seperti itu harusnya tidak terjadi. “Menghalangi wartawan bertemu dengan narasumber itu tidak benar. Sangat disayangkan peristiwa insiden tadi bisa terjadi,” kata dia.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi Rektor UGM mengaku tidak tahu dengan kejadian tersebut. Hanya memang Menlu dalam kondisi mengejar pesawat. “Tadi Menlu tergesa-gesa mengejar pesawat. Saya tidak tahu kalau wartawan dikunci. Saya minta maaf, Nanti kita akan selesaikan masalah ini,” kata Rektor. (JBS/kompas/md)

Previous articleKiper Persib Masih Sehat
Next articleSebut Pertamina Neoliberal, Anggota DPR Primus Malah Ditertawakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.