Home JabarKini Kisah Jeihan Sukmantoro (3): Jeihan,Mata Bolong dan Kaya Raya

Kisah Jeihan Sukmantoro (3): Jeihan,Mata Bolong dan Kaya Raya

942
0

pada Kisah Jeihan Sukmantoro bagian 2 disebutkan, jeihan menukar lukisannya dengan beras, lalu menantang dosen-dosennya di ITB untuk bertarung melukis di lapangan terbuka. Tapi ia tetap hidup miskin. Berikut lanjutannya .Selamat Menyimak

***

oleh:jjj  Matdon

Kehidupan terus bergulir,  kemiskinan yang mendera Jeihan tak membuat ia lelah berkarya, terus gelisah mencari bentuk lukisannya, merumuskan tahap-tahap pencarian intelektual, emosional, dan spiritual.

Rasa tidak puas itu membuahkan hasil yang luar biasa, hingga akhirnya ia membuat lukisan wajah dengan mata hitam pekat, semua lukisannya seperti itu, dan orang-orang menyebutnya sebagai lukisan mata bolong. Itu terjadi tahun 1965.

Lukisan mata bolong diinsyafi Jeihan sebagai bentuk ketidaknyamanan dan ketidakpuasan ia pada situasi zaman itu, dimana kondisi ekonomi rakyat termasuk dirinya terpuruk. Pemerintahan Indonesia yang kacau balau, apalagi negara dihantam  isu G 30 S/PKI.  Meski lukisan mata bolong tak pernah dilirik siapapun waktu itu, Jeihan tetap serius melukisnya.

“Miskin itu tidak dosa, tapi tidak enak”, ujar Jeihan pada penulis sutau ketika di Studionya, mengenang perjalanan hidupnya yang getir.

Waktu terus berlalu,  hingga pada suatu saat di tahun 1985, Tuhan menjawab nasibnya, doanya, kesungguhannya dan karyanyan.  Ia berpameran bersama S. Soedjojono, seorang pelukis dan peletak dasar-dasar kritik seni rupa Indonesia, tepatnya 4 – 11 Agustus 1985. Rupanya pameran duet itu membawa berkah tersendiri, mencuatkan nama Jeihan di dunia seni rupa Tanah Air .

Waktu itu Lukisan Jeihan terjual dengan harga fantastis, 50 juta rupiah atau  50.000 dollar AS (kurs rupiah waktu itu  Rp 1.000/dollar). Harga fantastis ini megalahkan harga lukisan karya maestro seperti Affandi yang  saat itu baru senilai Rp 3 juta –  10 jutaaan.

Peristiwa itu, menjadi momen – tonggak sejarah awal bom seni rupa Indonesia. Sejak itu  lukisan tidak saja diapresiasi sebagai seni, tetapi diberi nilai investasi sampai kini. Sejak itu pula, lukisan-lukisan Jeihan terus menjadi buruan walaupun harganya terus meningkat. Kondisi ekonomi Jeihan jadi berubah, jadi jauh lebih baik. Dan Ia pun pelukis kaya raya.

“Saya berterimakasih pada Tuhan yang telah mempertemukan saya dengan S. Soedjojono, dan Tuhan telah menjawab doa serta usaha saya” katanya.

Kini Jeihan menempati posisi penting dalam sejarah seni rupa Indonesia,karyanya yang mencolok segera dapat dikenali figur dengan mata hitam pekat, sapuan lebar membidang mengiringi manusia sebagai obyek utamanya;Mata Bolong itu.

Sikap pribadi sangat konsisten dan disiplin yang tinggi menemaninya dalam mengarungi kehidupan kesenian. Ia tambah matang manakala menyatukan imaji-imaji, symbol-simbol dan filosofi budaya timur, yang padat esensi dan makna hidup. Pelukis Jeihan, kini menetap di Bandung.

Lalu bagaimana kehidupannya sejak ia terkenal dan kaya raya?, ikuti terus kisahnya.. (Bersammbung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.