Home Bisnis & Ekonomi Tjutju Widjaya Konsisten Pada Seni Kaligrafi Cina

Tjutju Widjaya Konsisten Pada Seni Kaligrafi Cina

1367
0
foto : Matdon
foto : Matdon
foto : Matdon

JABARSATU.COM –Seni rupa kaligrafi Cina dan Arab, masih belum populer apalagi  mendapat tempat di masyarakat sepertikarya seni rupa lainnya. Padahal Kaligrafi memiliki banyak makna bagi kehidupan manusia.

Kaligrafi mengandung unsur puisi, prolog, dan kata-kata bijak. Menulis suatu kaligrafi perlu tenaga dan harus berkonsentrasi. Kaligrafi tidak hanya untuk seni, untuk membentuk diri dan berbuat baik. Kaligrafi isinya pasti kata-kata indah, wisdom. Dalam kaligrafi berisi ajakan untuk kebaikan yang menjadi panutan bagi siapapun dalam menjalani kehidupan.

Itulah yang diyakini Perupa Tjutju Widjaya, di usianya yang sudah 70 tahun lebih ini, ia merupakan satu satunya generasi yang masih setia menulis kaligrafi Cina.

Ditemui Rabu 18 Pebruari 2015, lulusan S2 ITB ini mengatakan, pada umumnya masyarakat mengartikan sesuatu kegiatan seni dari sisi hasil karya akhir. Padahal selama melakukan proses berkarya, ada banyak hal-hal ataupun manfaat yang dapat diperoleh, seperti dalam seni kaligrafi.

Mempelajari  seni kaligrafi selain manfaat apalagi mendalami makna filosofi arti tulisan  di dalamnya. Seni kaligrafi dapat mengasah perasaan seseorang dan secara tidak langsung, mampu menahan diri dan lebih banyak melakukan perbuatan positif. Karena, selain mampu mendalami nilai-nilai filosofi, pembuatnya juga mampu menahan ataupun mengatur emosi.

“Untuk menjadi seorang seniman kaligrafi keahlian yang harus dimiliki bukan hanya penguasaan teknik menulis ataupun melukis menggunakan kowas (maobi) semata. Seorang seniman kaligrafi juga membutuhkan kepiawaian mencari kata-kata bermakna dan juga teknik pernapasan,” Ujar  juara ujar seni kaligrafi diajang World Expo Shanghai China 2010 ini.

Menurutnya, Kaligrafi China dilihat dan dinilai unsur keindahannya dari goresan. Kertas Sian Che merupakan media untuk menulis kaligrafi China, tinta, kuas dan cap adalah empat elemen yang ada dalam menulis kaligrafi China. Shufa adalah cara menulis kaligrafi.

Tjutju Widjaja sangat mencintai seni kaligrafi Cina,  selain  oleh makna yang terkandung di dalamnya juga  Kaligrafi China memiliki banyak makna dan filosofinya sangat dalam. Kaligrafi China merupakan sebuah seni yang tinggi dan berpengaruh terhadap kesehatan. (JBS/MD)

Previous articleGus Sholah: Budi Gunawan Korbankan Polri Demi Jadi Kapolri
Next articlePemilik Pabrik Baso Celeng Jadi Tersangka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.