Home JabarKini Penderita DBD di Cimahi Meningka

Penderita DBD di Cimahi Meningka

560
0

dbdJABARSATU.COM – Pasien penderita  penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cimahi cenderung menunjukkan peningkatan pada bulan Januari kemarin.

Bedasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, tercatat ada 60 orang yang menderita DBD, 1 orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinkes Kota Cimahi Pratiwi menuturkan, berdasarkan catatan terakhir pada tanggal 31 Januari 2015 terdapat 60 kasus DBD. Laporan itu bersumber dari Rumah Sakit dan puskesmas yang tersebar di beberapa kecamatan.

Dia menuturkan, bila melihat dari pola pelaporan kasus DBD dalam rentang waktu  2013- 2014, selalu terdapat kenaikan penderita selama bulan Januari. Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, pada Januari 2015 ini jumlahnya menurun

“Pada tahun 2013 jumlah penderita DBD di bulan januari mencapai 81 orang, tahun berikutnya di bulan yang sama mencapai 65 orang, dan bulan januari tahun ini 60 orang. Jadi ada penurunan kalau dilihat tahunan di bulan yang sama,” beber Pratiwi kepada wartawan di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusuma, Selasa (3/2/2015).

Pada Januari ini ada satu orang penderita DBD meninggal dunia yakni warga Leuwigajah. Menurut pratiwi pasien tersebut sudah sakit sejak pulang dari daerah Jawa.

“Jadi dia sudah bawa penyakit itu dari jawa. Tapi kita langsung antisipasi dengan melakukan fogging, takutnya gigitan nyamuk tersebut akan menular ke warga lain,” bebernya.

Dia menambahkan, puncaknya nyamuk aedes aegypti menggigit manusia biasanya terjadi antara pukul 9.00-10.00, dan 16.00-17.00. Nyamuk tersebut dapat bertahan hidup hingga 8 minggu, dan mengalami 4-6 kali masa bertelur.

Adapun setiap kali bertelur, seekor nyamuk Aedes betina dapat mengeluarkan sekitar 150 butir telur, sehingga selama hidupnya dapat menghasilkan 600-900 butir telur.

“Kalau terkena gigitannya, virusnya itu akan berdiam dulu di dalam tubuh. Tidak langsung menjangkiti tubuh. Bila tubuh sedang down, baru akan terjangkit. Itu kenapa sering dikatakan timbul secara mendadak. Bila tidak cepat ditangani, dalam waktu beberapa hari bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.

Untuk mencegah meningkatnya penderita DBD, dia menghimbau warga untuk  tetap melakukan metode Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M plus secara rutin supaya tidak ada jentik lagi.

“Bila ada tempat yang sulit dikuras, lakukan larvasidasi. Jangan biarkan baju bergantungan supaya nyamuk dewasa tidak bisa bersembunyi. Juga tingkatkan daya tahan tubuh,” katanya.

Bila demam selama 3-5 hari mendadak tanpa gejala lain, kata dia, itu juga harus diwaspadai. Jika menemukan yang demikian, maka segera periksakan ke dokter.

“Sekarang ini warga harus lakukan PSN. Ini merupakan cara yang paling efektif untuk memutuskan mata rantai DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tetap hidup dan dalam beberapa hari akan berkembang jadi nyamuk,” ujarnya.(jbs/gm/md)

Previous articleBambang Widjojanto Penuhi Panggilan Bareskrim
Next articleSebentar Lagi Cita Citata Jadi Janda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.