Home Hukum Dewan Minta Pengelola Hotel di Bandung Ganti Logo yang Menuai Kontroversi

Dewan Minta Pengelola Hotel di Bandung Ganti Logo yang Menuai Kontroversi

597
0

dprdbdgJABARSATU.COM – Logo Hotel Zodiak di Jalan dr Sutami Bandung menuai kontroversi hingga membuat warga protes dan menggelar demo. Pasalnya logo hotel yang tergabung dalam Kagum Grup itu bentuknya menyerupai lafadz Allah yang terbalik.
Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Ade Fachrurozi meminta pihak hotel untuk bersedia mengganti logo demi mencegah gesekan dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Ade saat dihubungi wartawan via ponselnya, Senin (19/1/2015).
“Pihak hotel harusnya memiliki sensitivitas dengan nilai-nilai keagamaan. Harusnya memperhatikan nilai SARA,” ujar Ade.
Menurutnya, jangan sampai hotel yang tidak memiliki maksud apa-apa justru diterima oleh masyarakat sebagai perbuatan menghina atau melecehkan.
“Karena itu harus ada kesediaan dari hotel untuk mengganti logo. Seindah apapun, mengandung nilai atau filosofi apapun akan jadi mentah arti dan maknanya saat dinilai melecehkan agama. Ketika menyusun logo itu tentu ada landasan, tapi masa harus dibenturkan dengan masyarakat. Makanya harus wise,” katanya.
Yang harus segera dilakukan disebutkan Ade yaitu menutup sementara logo tersebut.
“Ya sebelum diturunkan, minimal ditutup dulu lah,” tutur Ade.
Terkait tuntutan warga yang meminta hotel ditutup, Ade mengatakan itu merupakan dua hal yang terpisah.
“Kalau soal perizinan hotel itu ada aturannya. Harus dilihat kelengkapannya,” jelasnya.
Sekitar 40 orang warga yang menamakan diri sebagai Barisan Tatar Bojonegara (Batara) berunjuk rasa di depan Hotel Zodiak di Jalan Sutami. Mereka memprotes soal logo hotel yang dinilai menghina umat Islam karena bentuknya menyerupai lafadz Allah yang terbalik.(jbs/dtc/md)

Previous articleRupiah: Penurunan Harga BBM Vs Penguatan Dollar AS
Next articleHari Ini Sidang Kasus Suap Judi Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.