Home Bisnis & Ekonomi Kerajinana Tasikmalaya Terancam

Kerajinana Tasikmalaya Terancam

1095
0

 

indudtriJABARSATU.COM – Usaha kerajinan khas Tasikmalaya seperti bordir, batik, dan kerajinan tangan, terancam tergeser oleh produk sejenis dari luar negeri, menyusul diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai awal tahun 2015 ini.
Untuk memperkuat ketahanan usaha kerajinan ini, warga dihimbau lebih meningkatkan rasa persatuan dan kecintaan akan produk sendiri.
Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman, Jumat (2/1) mengatakan, jika warga malah lebih menyenangi produk luar ketimbang lokal, maka produk kerajinan tangan yang sudah melegenda di Tasikmalaya akan tinggal nama.
“Perlu diketahui oleh warga, masuknya produk luar tanpa bea masuk bisa membuat harga produk luar bisa lebih murah dan bahkan kualitas pun bisa lebih bagus. Ini ancaman bagi kelangsungan usaha kerajinan kita,” ingatnya.
Menurut Budi, produk sejenis bordir dan batik buatan luar negeri sepanjang tahun 2014 saja sudah banyak beredar. Walau saat itu dikenai bea masuk tapi harga bersaing dengan bordir.
“Jadi demi mempertahankan kelangsungan usaha kerajinan, warga dihimbau turut aktif dengan tetap mencintai produk sendiri. Pemerintah pun terus berusaha mencari peluang ekspor di Asean dan negara lain,” ujarnya. (jbs/tj/md)

Previous articleAhok Larang Pejabat Dikawal oleh Voorijder
Next articleDua Jenazah Korban AirAsia QZ8501 Sudah Diketahui Identitasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.