Home Bisnis & Ekonomi Kemenhub Tidak Urusi Bisnis Penerbangan

Kemenhub Tidak Urusi Bisnis Penerbangan

497
0
foto:net
foto:net
foto:net

JABARSATU.COM – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan, Kementerian Perhubungan tidak akan mengurus segala sesuatu yang bersifat bisnis dari perusahaan penerbangan. Menurut Jonan, pengusaha harus kreatif dan menumbuhkan daya saing.
”Saya tidak mau Kementerian Perhubungan dilibatkan dalam hubungan bisnis. Itu bukan urusan kami. Kalau rugi saja melapor ke saya, tetapi kalau untung diam saja,” ujar Jonan seusai membuka Rapat Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA).
Menurut Jonan, menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan kebijakan Open Sky yang tidak lama lagi, perusahaan penerbangan harus bisa kompetitif. ”Jangan terlalu banyak minta proteksi dari pemerintah, nanti malah tidak sehat. Sebagai pebisnis, harus banyak akal. Harus kreatif. Jika tidak kreatif, maka bisnisnya akan bangkrut. Kemenhub hanya mengurus hal yang bersifat keselamatan,” tutur Jonan.
Ketua Umum INACA Arif Wibowo mengatakan, anggota INACA memang harus berbenah dan menyiapkan diri.
”Peningkatan daya saing industri penerbangan nasional membutuhkan tidak saja keterlibatan pemerintah, atau anggota INACA saja, tetapi juga lembaga atau organisasi lainnya yang terkait erat dalam kemajuan industri penerbangan nasional,” kata Arif.
Menurut Arif, akan sangat bijaksana jika pemerintah menyiapkan lebih dulu suatu kondisi industri penerbangan nasional yang sehat. Hal itu diperlukan guna membangun ketangguhan daya saing yang mumpuni sehingga siap bersaing dengan asing.
Terhitung mulai 2015, semua negara anggota ASEAN wajib tunduk pada kebijakan Open Sky yang disepakati para pemimpin ASEAN di Bali pada Oktober 2003.
Pemerintah Indonesia sudah menetapkan akan membuka lima bandar udara (bandara) yang dapat dimasuki maskapai negara lain secara terbuka, yaitu Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Bandara Hasanuddin Makassar. (jbs/kom/md)

Previous articleDetik-Detik Jelang Pelantikan Ahok
Next articleAJI Bandung Kutuk Tindakan Kekerasan Polisi Terhadap Wartawan di Makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.