Home Hukum KONI Jabar Korupsi?

KONI Jabar Korupsi?

516
0

konijabarJABARSATU.COM – KONI Jabar dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jabar atas dugaan korupsi oleh Ketua Komite Pemantau Korupsi Nasional (Konstan) Imam Hermanto. Dugaan korupsi yang dilakukan yaitu dana pembangunan lapang tembak dan asrama atlet, renovasi Gedung Juang dan proyek lainnya senilai Rp 16 miliar.

“Saya ketemu langsung sama pak Kajati. Jadi surat laporan itu sudah ada di tangan Kajati,” ujar Ketua Konstan Imam Hermanto. Laporan tersebut disampaikan kepada Kepala Kejati Jabar Feri Wibisono, Senin (20/10/2014).

Imam menjelaskan, proyek pembangunan tersebut dikelola oleh KONI Jabar, padahal KONI itu tidak boleh mengelola proyek. “KONI itu harusnya melakukan pembinaan atlet. Kalau gedung hanya pada pemanfaatan saja bukan melakukan pengelolaan proyek, yang mengelola proyek seharusnya Disorda Propinsi Jabar,” jelasnya.

Ia mengatakan laporan dugaan penyimpangan yang dilakukan pengurus KONI Jabar bagian umum dalam proyek pembangunan lapang tembak dan asrama atlet.

Proyek pembangunan asrama atlet dan lapang tembak itu dibangun dengan memakai anggaran negara tahun 2013, proyeknya kini sudah hampir selesai.

Menurutnya, pekerjaan lapangan tembak ada di Kota Cimahi dengan nilai total proyek mencapai Rp 7 miliar, sedangkan asrama atlet dan pembangunan sarana lainnya di komplek gelanggang olah raga KONI Jalan Pajajaran Kota Bandung dengan nilai sekitar Rp 9 miliar.

Namun untuk jumlah anggaran yang diserap dalam proyek tersebut baru perkiraan yang ditemukan oleh Konstan. Karena bisa saja berdasarkan temuan dari kejaksaan berbeda. “Jumlah itu perkiraan yang kami buat, itu pastinya mungkin nanti setelah jaksa melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Imam juga menjelaskan, sebenarnya pada 22 September 2014, penyidik KPK sempat menggeledah Gedung KONI Jabar, hanya saja tentang kasus apa yang ditangani KPK dirinya tidak begitu mengetahui.

Ia menyatakan akan konsisten untuk melakukan pemantauaanya indikasi korupsi di Jabar, termasuk di tubuh KONI. Walaupun sebenarnya, ia termasuk dalam Dewan Kehormatan di KONI Jabar. Namun, Imam mengaku sudah mundur dari jabatannya tersebut.

“Saya tidak bersedia karena saya melihat adanya dugaan penyimpangan ditambah kehadiran KPK ke sana beberapa waktu lalu dalam pengusutan kasus di KONI Jabar. Itu sangat bertolak belakang dengan Konstan yang memerangi korupsi. Namun saya tidak tahu, apakah kasusnya (KPK) sama dengan yang saya laporkan atau tidak,” ujarnya.(GM/MD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.