Home JabarKini Apaan Tuh…. Dewan Kebudayaan Jabar?

Apaan Tuh…. Dewan Kebudayaan Jabar?

496
0

dedi mizwarJABARSATU — Katanya Wakil Gubernur sedang Godok Ratusan Nama Calon Pengurus Dewan Kebudayaan Jabar?

Wow…apaan tuh dewan kebudayaan Jabar?  Pemprov Jawa Barat tengah menggodok ratusan nama yang akan duduk dalam kepengurusan Dewan Kebudayaan.

Wagub Jabar Deddy Mizwar mengatakan saat ini pihaknya tengah memilah-milah daftar nama yang akan dipilih. Menurutnya kandidat datang dari seniman, budayawan, ahli HAKI hingga akademisi.

Meski pengurus dipilih oleh pihaknya, Wagub mengaku ada tim yang turut membantunya.

“Ini kerjanya sudah lama, sudah setahun kami bekerja,” katanya di Bandung, Selasa (7/10/2014).

Rencananya para pengurus Dewan kebudayaan akan dibentuk dan diumumkan pada desember 2014 mendatang bertepatan dengan acara Gotrasawala di Cirebon.

“Untuk pertamakali gubernur yang memilih, setelah itu mereka bisa mengusulkan orang lain atas rekomendasi mereka yang disetujui gubernur,” katanya.

Dewan Kebudayaan akan berisi 21 anggota dengan masa jabatan 5 tahun. Wagub menyatakan pengurus dibatasi hingga dua periode jika ingin terpilih kembali.

Sementara itu pemikir muda yang cukup kritis Hikmat Gumelar  dalam linimasa media sosial FaceBooknya bertanya-tanya dan menuliskannya:

DEWAN KEBUDAYAAN JABAR, APA ITU?

Pemprov Jabar akan membuat Dewan Kebudayaan. Di dewan ini akan duduk 21 budayawan atau tokoh budaya atau sejenis itu. Mereka akan di bawah langsung Gubernur Jabar. Kata Wagub Deddy Mizwar, Pergub untuknya sudah ada sejak 2013. Tetapi sebenarnya apa lagi ini?

Tidak karuannya pengembangan kebudayaan di Jabar, hemat saya, lebih karena minimnya komitmen budaya pejabat tertinggi Jabar dan wakilnya. Mereka lebih sibuk memburu dan atau mempertahankan kuasa politik dan ekonomi dengan salah satu strateginya rajin mencitrakan diri sebagai pejabat yang banyak menerima penghargaan dan sejenisnya.

Jika memang hendak mengembangkan budaya-budaya di Jabar, kembangkan saja dengan sungguh-sungguh lembaga-lembaga seperti Disbudpar. Lembaga-lembaga resmi seperti itu minim fungsinya karena lebih dijadikan kuda tunggangan pejabat-pejabat di atasnya.

Kalau lembaga-lembaga resmi saja sudah diperlakukan demikian, bagaimana jadinya lembaga ad hoc seperti Dewan Kebudayaan? Atau adakah yang paham bagaimana sebenarnya dongeng tentang Dewan Kebudayaan ini?

Nah …loh

(JBS/BI/AMD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.