Home Hukum Raskin di Kabupaten Cianjur Jelek

Raskin di Kabupaten Cianjur Jelek

656
0

raskinn

JABARSATU.COM – Sejumlah anggota masyarakat di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mengeluhkan kualitas beras miskin (raskin) yang dinilai tidak layak konsumsi. Selain bau apek juga warna beras sudah menguning..
Warga Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Nuki (35)  menuturkan, kondisi raskin yang diterima warga sangat buruk sehingga warga malas untuk menebus beras itu.
“Sudah tidak aneh kondisi raskin jelek karena hampir tiap bulan yang diberikan beras yang warnanya menguning dan bau apek. Mungkin saja yang diberikan ini stok yang sudah lama di gudang,” tuturnya kemarin.
Meskipun demikian, Nuki mengaku tetap menebusnya karena memang kebutuhan beras biasa ia penuhi dari raskin. Namun ia berharap tidak jelek terus kualitasnya.
Kondisi serupa juga dialami warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjan. Namun, atas protes warga, raskin tersebut sudah mendapat pergantian.
Berbeda dengan warga di Desa Karangwangi dan Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, warga Kampung Gombong, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur memilih ke penggilingan hanya untuk menggilingkan kembali raskin yang baru mereka terima.
Mereka mengaku harus mengeluarkan uang lagi dari kualitas raskin yang jelek. Per kilogram beras raskin yang digiling kembali dikenai tarif sebesar Rp 400.
“Terpaksa harus digiling dan kami harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya penggilingan. Kalau tidak digiling tidak akan bisa dikonsumsi karena baunya apek warnanya kusam dan banyak butir patah. Hampir 60 persen butir patahnya,” ujar Ridwan (27) salah seoarng warga saat ditemui akan menggilingkan raskin yang ia terima.
Selain digiling, beberapa warga ada yang melakukan penjemuran beberapa hari agar bau apek dan warna kusamnya berkurang. Aktivitas penggilingan raskin untuk mengurangi bau apek ini dilakukan hampir setiap bulan
“Ini kualitas paling jelek. Kami menyadari itu, tapi mau bagaimana lagi. Kondisi kebutuhan pokok mahal seperti ini kami terpaksa tetap membelinya. Tapi kami berharap agar pemerintah lebih memanusiakan kami dalam memberi bantuan. Kalau beras sudah bau, ya sebaiknya tidak disalurkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Subdivre Bulog Cianjur, Rizal Mulyawan mengatakan jika ada warga yang mengeluh mengenai kualitas raskin yang jelek mohon segera meminta pergantian.
Selain itu, untuk menghindari pendistribusian raskin dengan kualitas yang tidak diinginkan, kepala desa sudah berulangkali diimbau untuk memilih sendiri raskin di gudang-gudang bulog.
“Saya sudah berkali-kali ketika rapat dengan kepala desa untuk meminta mereka memilih sendiri di gudang Bulog terdekat agar memilih beras mana yang ingin disalurkan. Namun, kenyataannya tidak pernah ada yang datang,” ujarnya.(JBS/PR/MD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.