Home JabarKini Ical Serba Salah, Jadi Capres Susah, Jadi Cawapres Tak Cocok

Ical Serba Salah, Jadi Capres Susah, Jadi Cawapres Tak Cocok

490
0

ical2

JABARSATU.com – Peneliti Pusat Data Bersatu, Agus Herta, menilai, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical dalam posisi serba salah. Jika ngotot tetap mencalonkan diri sebagai presiden, modal elektabilitasnya tak cukup kuat untuk bersaing dengan dua kandidat lainnya, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sementara itu, jika menjadi calon wakil presiden, sosok Ical dinilainya tak cocok.
“Terlalu sulit untuk Ical menjadi capres. Ini menjadi simalakama bagi Ical karena dia juga enggak cocok menjadi cawapres,” kata Agus, di Jakarta, Rabu (14/5/2014) siang.
Agus menilai, faktor itu yang membuat Partai Golkar sulit mendapatkan rekan koalisi meskipun suara di pemilu legislatif lalu cukup besar. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum, Golkar mendapatkan 14,75 persen suara.
“Golkar mendapatkan suara tinggi, tapi suara Ical itu jauh di bawah Golkar sehingga orang kalau mau berpasangan sama Ical, bukan menambah suara malah mengurangi suara,” ujarnya.
Hingga saat ini, Golkar belum mendapatkan satu pun rekan partai untuk berkoalisi menghadapi pilpres mendatang. Padahal, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra sudah berhasil menggalang dukungan parpol kecil dan menengah.
Agus menilai, sebaiknya Golkar merapat ke salah satu poros tersebut dengan mengusung tokoh lain sebagai cawapres. Manuver Golkar mendekati PDI-P, menurut Agus, pilihan sikap yang tepat.
“Tapi, jangan mengusung Ical, yang paling realistis adalah mengusung tokoh lain jadi cawapres. Di internal Golkar juga pencalonan itu mulai tumbuh, ada Luhut Panjaitan, Jusuf Kalla, dan Akbar Tandjung,” ujar Agus. (JBS/Kompas/MD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.