Home Bisnis & Ekonomi Bisnis Travel Bandung Jakarta Ternyata Banyak Mafia (2)

Bisnis Travel Bandung Jakarta Ternyata Banyak Mafia (2)

1539
1

andicipJABARSATU.COM – Siapa jagonya di Jalur angkutan ini? Pasti semua sudah bisa menebak adalah CIPAGANTI. Perusahaan ini memang Car rental, Travel dan awalnya hanya sebuah Franchise dan bisa siapa saja invest karena dominal capital investment hanya Rp 50jt-1m, mereka berkantor di 

Jl. Jend. Gatot Subroto No. 94 Bandung – Jawa Barat dan di Jakarta Arteri Pondok Indah 60 Jakarta, Cipaganti Rental kini sudah masuk ke lantai Bursa bossnya adalah Andianto Setiabudi.
Boss Cipaganti ini meski banyak masalah terus mengikuti kesuksesan Cipaganti. Bagi Andianto Setiabudi pemilik Cipaganti Group ini, masalah justru memacunya menemukan solusi jitu dan semakin bijak dalam membuat keputusan.

Sejarahnya Cipaganti berawal dari showroom mobil bekas, kini menjelma menjadi perusahaan besar dan di Bandung sangat ternama, sampai ke berbagai sektor, mulai dari travel, taksi, sewa alat berat, pertambangan, hingga perhotelan begitulah kutipan kabar24.com (group bisnisindonesia), kabar24.com juga mengungkap siapa Andianto Setiabudi sang pencetus awal berdirinya Cipaganti?

Namun kami kombinasikan data Andianto Setiabudi dengan sumber kami siapa Andianto Setiabudi sebenarnya yang memulai bisnis di Bandung pada 1985, ketika otomotif booming. “Andi itu dari keluarga pedagang di Pasar Baru-Dulatip awalnya Andi itu suka ikut nongkrong di Hadori St Hall Kebon Jati, Bapaknya pedangan makanan dengan jongko kecil, namun karena keluarga besar maka Andi membantu orang tua memproduksi makanan ringan pada 1979 hingga lulus SMA 1981, sampai akhirnya orang tuanya meninggal pada 1986,” katanya.

Sumber kami menyebut juga bahwa Andi suka juga jadi sopir tembak mobil taksi gelap kadang ada konsumen yang berbaik membooking sampai jalan jauh dan mulailah Andi dikenal. Tak sampai disitu Andi yang dulu sempat pake mobil tembak ke punya saya. “Saya punya taksi batangan, dia kadang nembak pinjam mobil saya,”kata sumber itu.

Hal ini tak terceritakan oleh Andi dalam wawancara dengan media Andi cenderung menutup sejarahnya, malah ia bercerita mulai 1985, mencoba berdagang mobil bekas, dimulai dari canvassing armada mobil boks bekas untuk angkutan makanan ringan itu. Awalnya, punya tujuh unit dan sebagian yang agak tua direparasi sebelum dijual, kemudian saya beli lagi yang baru.

Namun soal bermitra dengan beberapa teman dan armada terus bertambah itu benar, kata sumber itu.
Singkat cerita Cipaganti kini adalah raja dari angkutan yang ada di Bandung. Hingga kini juga dari bisnis mobil ini Cipaganti bisa bisnis, hotel, perbankan dan pertambangan

Awal bisnis travel mulai 2000-an Cipaganti buka pertama kali buka jurusan Bandung-Sukabumi, tetapi saya gagal. Kemudian, buka jurusan Bogor sukses, buka lagi jurusan Bandara Soekarno-Hatta sukses juga. Waktu itu belum ada jalan tol Cipularang, semua harus lewat Puncak. Saya buka lagi jurusan Jakarta, terus jalan sampai dengan 2006 saat jalan tol Cipularang dioperasikan. Bisnis terus menggurita, saya kemudian buka sistem shuttle, bus pariwisata, kargo/paket, serta tour dan ticketing untuk mendukung angkutan bandara, dan terakhir bisnis taksi. Pada 2007 menjadi konsep transportasi terpadu dan setiap cabang Cipaganti melayani konsep itu. Bisnis travel pada 2000-an menjadi fenomena dan Cipaganti menjadi generik karena pemain pertama.

Kini Cipaganti juga sudah mengubur bisnis lainnya travel terkenal 4848. dan bukan hanya itu travel Jakarta Bandung dan sebaliknya kini banyak yang kolaps dan Cipaganti memang jagonya.
Apa benar sejumlah orang tanam saham di Cipaganti? Katanya mulai Aa Gym Ustad kondang dan mantan Walikota yang di bui kini Dada Rosada ikut saham juga di Cipaganti. Benarkan yang tanam saham di Cipaganti sulit ambil uangnya kembali? Katanya alasaannya jika diambil harus jual mobilnya dulu?

Kami sempat menghubungi pihak Cipaganti namun tak mendapat respon. Sumber kami menyebutkan bahwa Aa Gym dananya ada diatas Rp.600 juta sedang Dada Rosada mantan walikota yang juga korupstor terpenjara kini sampai Rp.2Miliar? Benarkah juga Cipaganti kini berarmada lebih dari 5000 dan sangat padat dan paling raja di jalur travel, hingga kadang mengunakan plat hitam jika sedang loaded penumpang? Dan berapa Cipaganti bayar trayek ke perhubungan? Apa benar Kapolda Jabar bekingi Cipaganti hingga pihak organda juga enggan menindak plat hitam.. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.