Home Bandung MASA KRITIS NU PASTI DAN BEDAS DI PILKADA KABUPATEN BANDUNG

MASA KRITIS NU PASTI DAN BEDAS DI PILKADA KABUPATEN BANDUNG

55
0

JABARSATU.COM – Kurang dari sepekan menjelang pencoblosan 9 Desember 2020. Masa yang sangat menegangkan dan kritis bagi semua paslon terutama BEDAS yang berupaya mengejar elektabilitas NU PASTI yang terpaut hanya 5,38%. NU PASTI masih unggul.

Sebelum masa kampanye Pilkada serentak 2020 khususnya di Kabupaten Bandung penulis pernah memprediksi pasangan nomor urut 1 Hj. Kurnia Agustina alias Teh Nia dan Usman Sayogi bakal menang.

Politik dinasti dan isu gender yang dihembuskan ternyata tidak menggoyahkan pasangan NU PASTI. Kejadian “luar biasa” atau terjadi gempa politik seperti yang diharapkan pihak tertentu mampu dilewati oleh pasangan NU PASTI dengan baik.

Walaupun ada upaya pihak-pihak tertentu ‘mengkriminilasi’ pasangan ini melalui isu baligho Usman Sayogi dan isu Dadang M Naser melakukan kampanye terselubung untuk mendegradasi suara NU PASTI.

Tentu saja upaya pembunuhan karakter terhadap Dadang M Naser dan Usman Sayogi tidak akan berdampak secara elektoral. Isu baligho Usman Sayogi sudah SP3. Anehnya diangkat lagi.

Menurut rilis hasil survei PolData pertengahan Oktober 2020 elektabilitas pasangan Nomor urut 1 NU PASTI 48% diikuti BEDAS 32% dan posisi paling buncit ditempati DAHSYAT 20%.

Terbaru survei yang digelar menjelang berakhirnya masa kampanye masih menempatkan pasangan NU PASTI sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Bandung dengan elektabilitas 41,26%. Hanya saja elektabilitas paslon ini turun sekitar 6,74% dibandingkan survei pertengahan Oktober 2020. Warning bagi NU PASTI agar tidak turun lagi sampai hari pencoblosan.

Sementara elektabilitas pasangan BEDAS masih menempati posisi kedua, 35,88% mengalami kenaikan sebesar 3,88%. Untuk menang pasangan BEDAS harus bisa merebut 9% suara swing voters dan pemilih yang berubah pilihannya. Perjuangan yang tidak mudah karena dalam 2 bulan terakhir BEDAS hanya mampu mendongkrak suara 3,88% atau hampir tiga kali lipat agar bisa menang.

Posisi terakhir ditempati pasangan DAHSYAT 11,04% yang turun sekitar 8,96% dari survei sebelumnya.

Swing voters yang dirilis awal Desember ini tinggal 11,82%. Ini menjadi menarik. Suara swing voters sangat menentukan siapa yang bakal jadi pemenang, NU PASTI atau BEDAS.

Mencuatnya isu penipuan tanah terhadap Umuh Muhtar yang akhir-akhir ini kembali viral yang diduga melibatkan Dadang Supriatna dan isu cipika cipiki Sahrul Gunawan dan Nikita Mirzani akan menjadi penghalang terbesar bagi BEDAS untuk menyalib perolehan suara NU PASTI.

Secara peluang kemungkinan besar NU PASTI akan keluar sebagai pemenang apabila isu dugaan penipuan yang melibatkan Dadang Supriatna kembali mencuat dan tidak dikelola dengan baik. Akan menjadi pukulan telak bagi pasangan BEDAS.

Swing voters menjadi rebutan ketiga paslon. ‘Pertempuran’ akhir yang sangat menentukan sebagai penentu kemenangan.

Apabila suara swing voters terdistribusi secara merata akan menguntungkan pasangan NU PASTI dengan selisih kemenangan sangat tipis dari BEDAS, yaitu sekitar 5%.

Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Bandung, 17 Rabiul Tsani 1442/3 Desember 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.