Home Bandung DIES NATALIS ISBI BANDUNG KE-52, Konferensi Internasional “Reposition of The Art And...

DIES NATALIS ISBI BANDUNG KE-52, Konferensi Internasional “Reposition of The Art And Cultural Heritage After Pandemic Era”

261
0

JABARSATU.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI)- Bandung, sukses melaksanakan Konferensi Internasional dengan tema Reposition of The Art And Cultural Heritage After Pandemic Era secara virtual yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ISBI Bandung yang Ke-52 tahun.

Menurut Ketua Pelaksana Konferensi sekaligus Sekretaris LPPM ISBI, Agus Cahyana, M.Sn, “Konferensi ini juga menampilkan Karya-karya Unggulan Hasil Riset Dosen ISBI Bandung dan KKN Mahasiswa Tahun 2020. ISBI Bandung memiliki kekuatan diproduktivitas Karya Seni yang merespon kehidupan masyarakat sekitar dan persoalan lingkungan di masa Pandemi saat ini,” ujarnya dalam event yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2020.

Konferensi Internasional ini di buka langsung oleh Rektor ISBI Bandung Prof. Dr. Een Herdiani, M.Hum dan di hadiri oleh beberapa speaker dari berbagai Negara dan berbagai spealisasi keilmuan, diantaranya : Prof. Roger Colombik (Texas State University, San Marcos, USA), Prof. Jennifer Fraser (Oberlin College America), Jessica Kong, PhD Candidate (Media & Communications) London School of Economics and Political Science, Prof. Dr. Endang Caturwati, M.S (ISBI Bandung), Prof. Dr. Arthur S. Nalan, M. Hum (ISBI Bandung) dan Prof. Reiza D. Dienaputra. M.Hum (Universitas Padjadjaran).

Pada pagi dilaksanakan Diskusi Pararel bertajuk “Cultural Heritage Post Pandemic”yang diikuti kurang lebih 200 peserta dari 15 Universitas diantaranya ISBI Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Kristen Maranatha, Universitas Udayana, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Universitas Pancasila, Universitas Trilogi Jakarta, Universitas Bina Nusantara, dan lain sebagainya.

Ketua LPPM ISBI Bandung, Dr. Wanda Listiani mengatakan, “Diskusi Pararel ini dimaksudkan untuk memberikan ruang dialektika wacana dan praktik bagi perkembangan Warisan Budaya Pasca Pandemi serta menjadi ruang berbagi ilmu pengetahuan dari para peneliti seni budaya dari berbagai lintas perguruan tinggi”. Lanjutnya lagi, “Program ini didesain untuk menguatkan gagasan berkesenian dan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para akademisi, budayawan, dan seniman di masa pandemi Covid-19. Konferensi ini juga menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan 52nd Dies Natalis ISBI Bandung”.

Selain menghadirkan banyak orang untuk menyaksikan pertujukan Kacapi Suling dan Rajah Pamunah di akhir sesi, Konferensi Internasional ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran berkarya seni dan menciptakan peluang gagasan baru, meskipun ruang gerak seni terbatas karena resesi dan pandemi.

“Program ini memberikan ruang bagi para budayawan, seniman, sastrawan, akademisi untuk bertemu bersilaturahim, saling menyapa saling berinteraksi berbagi aktivitas estetik. Diharapkan “International Conference” ini menjadi jembatan dalam membangun jejaring empirik sehingga terjalin integritas aktivitas para kreator di Bandung. Untuk menjadi ‘garda depan’ dalam menciptakan perspektif kebudayaan di Kota Bandung khusuanya di Jawa barat di era 4.0,”jelas Prof. Dr. Een Herdiani Rektor ISBI Bandung.

Kini ISBI Bandung di usia yang ke-52 tahun diharapkan semakin maju, jaya, bersinar, berkualitas dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kemajuan ISBI Bandung pun tidak terlepas untuk kemajuan seni budaya bangsa Indonesia, dan menjadi garda terdepan dalam menjalankan Pemajuan Kebudayaan. (Asep Miftahul Falah/editor:AM-JBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.