Home Hukum Wanita Sebagai Manifestasi Tuhan 

Wanita Sebagai Manifestasi Tuhan 

61
0
Gan Gan praktisi hukum, pencinta kopi dan puisi./ist

Oleh Gan-Gan R.A*

Saya teringat kembali pada sebuah buku yang ditulis Prof. Annemarie Schimmel berjudul, “Jiwaku Adalah Wanita,” buku yang pernah saya baca sekitar tahun 1999 ketika saya masih berkutat di dunia teater dan sastra, sebuah buku yang ikut berkontribusi dalam membentuk pikiran saya tentang pemahaman terhadap transendensi jiwa, estetika tubuh dan peran sentral wanita sebagai mata air peradaban.

Schimmel melalui buku ini, telah mematahkan stigma yang selama ini ditempelkan pikiran sekulerisme barat pada ajaran Islam yang dianggap dekaden terkait isu feminisme, khususnya kaum feminis barat yang tidak menggali ajaran Islam berdasarkan anatomi kebudayaan, bahasa, dan tradisi tempat Islam tumbuh sebagai agama mayoritas.

Buku ini menjawab tudingan prematur tersebut dengan kajian kritis yang melampaui teks feminisme yang dangkal: Schimmel membedah dimensi keilahian dalam jiwa wanita yang tersembunyi pada ajaran Islam, menuliskannya secara sublimatif, mencerahkan, inspiratif dan indah.

Schimmel menulis buku ini dengan ritus pengucapan yang sangat menggetarkan hati, bergumam bagai doa, berputar dalam tarian spiritual, mendaki dan menjelajahi setiap jengkal literatur mistisisme syair-syair sufistik dalam ilmu tawasuf yang ditulis para sufi ternama.

Schimmel, seorang peneliti dari dunia barat dengan pemahamannya terhadap ajaran agama-agama samawi yang cukup komprehensif, pada akhirnya terpukau dan jatuh cinta kepada pikiran-pikiran progresif filosof Muhammad Iqbal dan senandung cinta seorang sufi sekaligus penyair besar Jalaluddin Rumi.

Dalam buku ini Schimmel membuat hipotesa, “Pola dasarnya tetap sama: jiwa, yang diwakili dan diwujudkan dalam bentuk seorang wanita, berkelana melalui jalan yang sempit dan sulit untuk menjumpai sang kekasih. Syair-syair itu malah kadang-kadang mengambil identitas feminim.”

Berdiri di atas konsep transendental sambil  merobohkan bangunan stereotipe lama dan merekonstruksi bab spiritualitas Islam yang sering lepas dari objek penelitian: Aspek “feminim” tentang esensi wanita melalui berbagai analogi dan diletakkan dalam konteks kajian modern yang melompat jauh ke depan melampaui zaman.

Dalam buku “Jiwaku Adalah Wanita,” Prof. Annemarie Schimmel bukan semata menunjukkan bahwa perspektif feminisme yang selama ini didengungkan dunia barat dengan penuh arogansi ternyata begitu dangkal.

Dengan gaya pengucapannya yang kontemplatif dan mistis, rasional dan puitis, ilmiah dan menggugah, Schimmel mendeskripsikan ajaran Islam tentang kesetaraan pria dan wanita yang tertuang dalam konsepsi al-Quran dan Hadis lewat artikulasi tradisi mistik sufisme: peran wanita sebagai manifestasi Tuhan.

Tangerang, 05 September 2020

*Seorang praktisi hukum, pencinta kopi dan puisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.