Home Bandung Disnaker Kota Bandung Mendata Pekerja WNA Cina

Disnaker Kota Bandung Mendata Pekerja WNA Cina

69
0

JABARSATU.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mendata para pekerja asing khususnya dari Cina. Hasilnya, hanya ada 23 WNA Cina yang masih bekerja di Kota Bandung. Pendataan ini dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona oleh tenaga kerja asing.

Kepala Disnaker Kota Bandung Arief Syaifudin mengatakan, sebelumnya terdapat 44 WNA Cina yang bekerja di Kota Bandung. Namun lima orang sudah habis masa kerjanya dan sudah pulang sebelum wabah virus corona terjadi. Sedangkan sebanyak 16 orang pulang dalam rangka merayakan Imlek beberapa waktu lalu. Sisanya sebanyak 23 orang masih bekerja.

“Kita sudah lakukan monitoring, untuk yang 16 orang tertahan di sana (Cina) belum boleh masuk ke sini lagi. Sedangkan 23 orang masih bekerja, ada yang sebagai marketing, guru, dosen, pada umumnya di perkantoran,” ujar Arief di Balai Kota Bandung, Selasa (4/2/2020).

Menurut Arief, hasil pemantauan bersama Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga saat ini tidak ditemukan gejala virus corona pada tenaga kerja asing tersebut. Kendati demikian, Disnaker meminta pihak perusahaan untuk terus memantau kesehatan para karyawannya.

“Upaya yang kami sampaikan ke perusahaan agar terus memantau dengan responsif dan tanggap terhadap kondisi kesehatannya. Salah satunya memeriksa kesehatan para tenaga kerja asing asal Cina tersebut,” ungkap Arief.

Jelas Arief, pencegahan penyebaran virus corona sebetulnya sudah berjenjang dari Pemerintah Pusat. Ketika tenaga kerja asing yang baru pulang dari negara asalnya masuk bandara sudah terperiksa kesehatannya.

“Kalau pun nanti masuk ke Kota Bandung kita juga tetap lakukan pemeriksaan. Kami mengharapkan informasi dari berbagai pihak. Jika memang ada temuan di lapangan, sekiranya hal tersebut harus segera ditindaklanjuti kami mohon segera diberitahukan,” pungkas Arief.*l MANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.