Home Bandung Polemik Pembangunan Kolam Retensi di Gadebage

Polemik Pembangunan Kolam Retensi di Gadebage

144
0

JABARSATU.COM – Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana minta maaf jika ada warga yang belum mengetahui atau kurang berkenan dengan rencana pembangunan kolam retensi dikawasan Komplek Bandung Inten. Namun Yana memastikan pembangunan kolam retensi di kawasan Komplek Bandung Inten merupakan permintaan warga RW 12 Kelurahan Derwati, Kecamatan Gedebage.

Menurut Yana, permohonan pembangunan kolam retensi disampaikan warga sebagai hasil musyawarah warga RW 12 yang kemudian dituangkan dalam bentuk surat ditujukan pada pemilik lahan Bandung Inten tertanggal 16 April 2018. Surat dengan nomor 023/IV/RW.12//2018 itu juga dilengkapi dengan cap resmi bertuliskan Rukun Warga (RW) 12 yang ditandatangani oleh Ketua RW 12, Kamay Abdulrahman.

“Ya kalau dianggap tidak sosialisasi minta maaf. Tapi ini karena kita lihat ada permohonan dari warga secara tertulis dan itu resmi pakai surat,” kata yana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (22/1/2020).

Jelas Yana, permintaan warga tersebut juga mendapat restu dari pengembang komplek perumahan Bandung Inten. Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) merealisasikan keinginan warga dengan mulai mengerjakan kolam retensi yang lokasinya tepat di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Pada poin keempat surat tersebut, tertulis warga meminta dibangun kolam resapan di bawah jalur SUTET untuk menampung sementara air limbah atau mengatasi luapan air akibat hujan.

“Jadi intinya, waktu ke sana saya lagi cari titik kolam retensi baru. Sebetulnya Bandung Inten tidak termasuk yang akan dibuatkan (kolam retensi). Tiba-tiba diajak ke situ diperlihatkan surat dari RW 12. Poin empat jelas warga minta dibangun. Disampaikan dan diizinkan oleh pengembang, kita ya jalan,” ungkap Yana.

Tandas Yana, ia sangat bersemangat ketika mengetahui bahwa ada permintaan dari warga untuk membuat kolam retensi. Sebab keberadaan kolam retensi ini bersifat multifungsi, selain penampung dan area resapan air juga tidak menghilangkan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan menanami beragam pohon di bagian bantaran kolam.

“Ini di bawah SUTET dan tidak boleh dibangun. Jadi ini untuk RTH dan mereka minta untuk dibuat kolam retensi. Ini sebetulnya justru menambah fungsinya semakin optimal,” pungkas Yana.*l MANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.