Home Bandung Pemda KKB Duduk Bersama PT KCIC Selesaikan Masalah Banjir

Pemda KKB Duduk Bersama PT KCIC Selesaikan Masalah Banjir

97
0

JABARSATU.COM – Banjir bandang yang menghancurkan 78 rumah di kawasan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan atas banjir bandang di Kabupaten Bandung Barat khususnya yang terjadi di Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Ngamprah.

“Penyebab banjirnya belum pasti karena perlu pendalaman teknis, tapi intinya jangan saling menyalahkan satu sama lain dan harus mencari solusi agar kejadian serupa tak terulang yang berakibat masyarakat dirugikan,” ujar Uu saat meninjau lokasi banjir dan posko bantuan di area underpass Kampung Lebaksari, Kamis (2/1/2020).

Turut didampingi Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra, Uu meyatakan saat ini yang terpenting adalah menolong warga terdampak banjir dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Pantauan di lokasi, sebagian masyarakat terdampak banjir masih bertahan di tenda darurat dengan bantuan logistik seperti makanan, selimut hingga obat-obatan, yang sudah tersedia. Uu meminta masyarakat untuk tetap tenang karena pemerintah selalu ada dan siap membantu.

“Bantuan Pemprov sudah sesuai yang dibutuhkan yang utamanya sekarang adalah logistik, pakaian, dan seragam sekolah termasuk dari Pemda KBB juga yang sudah bertindak cepat dan dampak banjir sudah diatasi termasuk langkah ke depannya,” papar Uu.

Tambah Uu, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan PT KCIC dan memastikan bahwa bila banjir ini disebabkan oleh proyek kereta cepat, maka PT KCIC akan menjamin semua kerugian masyarakat.

“Bapak Bupati (KBB) juga akan ada kebijakan baru tentang pembangunan di KBB. Masyarakat yang merasa rugi ekonomi akibat banjir ini akan diganti rugi oleh KCIC asalkan kerugian sesuai realita,” ungkap Uu.

Sementara itu Bupati Bandung Barat Aa Umbara mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat pada Kamis (2/1/2020) pagi bersama PT KCIC dan Wijaya Karya terkait penyelesaian masalah banjir.

Jelas Umbara, hasil rapat memutuskan bahwa PT KCIC akan membersihkan sampah yang menumpuk di saluran drainase. Umbara berharap solusi yang ditemukan nantinya bisa menyetop banjir yang baru pertama kalinya terjadi di daerah tersebut.

“Tentunya sekarang tidak saling salahkan. Intinya KCIC cepat tanggap tadi pagi juga sudah diputuskan bagaimana agar ini tidak banjir kembali, sekarang (solusi) sudah mulai dikerjakan,” ujar Umbara.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, pihaknya pun akan meminimalisasi sumber air yang ada di underpass atau mengurangi sumber air yang datang dengan memasang beberapa saringan. Langkah berikutnya, bila tetap ada genangan saat hujan lebat maka pihaknya akan menyiapkan pompa air berukuran besar. Menurutnya, yang terpenting adalah tidak ada masyarakat yang dirugikan.*l MANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.