Home Bandung Pesan Kepada Kang Emil Sebagai Gubernur Jabar Baru

Pesan Kepada Kang Emil Sebagai Gubernur Jabar Baru

397
0

JABARSATU.COM – Media JabarSATU.COM melakukan wawancara terkait gubernur Baru Ridwan Kamil ini pesannya:

Deni Juansyah, SE (Urang Bandung)
Pekerjaan:Wiraswasta

Pesan kepada Kang Emil (Gubernur Jabar )
Reaktivasi rel Kereta Api jurusan Bandung – Ciwidey, Bandung-Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari, Cibatu-Cikajang Garut mohon direalisasikan untuk pariwisata dan solusi kemacetan.

Budaya Sunda yang hampir punah harus dilestarikan untuk jatidiri bangsa anak-cucu kelak.

Selain itu pemanfaatan sumber daya alam (SDA) harus diintensifkan jangan sampai alih fungsi lahan kebablasan, sawah menjadi pabrik dan perumahan , bukit menjadi vila, lalu nanti kita makan apa, apa harus menjadi Negara pengimpor beras, ironis kan Negara agraris mengimpor beras dari luar.Sedangkan Jabar terkenal sebagai lumbung padi.

Pesan Untuk Kang Emil
Revitalisasi Kereta Api di Jabar, Banjar-Pangandaran-Parigi, Garut (Cibatu-Cikajang), Bandung (Cikudapateuh – Ciwidey dan Rancaekek-Tanjungsari) mohon direalisasikan untuk sarana transportasi dan menunjang distribusi perekonomian masyarakat serta bisa mengurai kemacetan dan bisa menunjang pariwisata. Selain itu jangan lupa seni-budaya Sunda yang hamper punah harus dimumule lagi untuk jatidiri bangsa dan kebanggaan anak cucu kita juga pemanfaatan SDA harus digarap serius jangan sampai ada alih fungsi lahan yang kebablasan, masa Negara agraris harus mengimpor beras.

Juga pesan ke Kang Emil jangan terlalu ambisi dan mau didorong ke Jakarta untuk nyalon presiden/wapres, lebih baik urus dulu Jabar dengan baik jangan mencotoh kepala daerah yang sudah-sudah.Kasihan rakyat.

Pesan Untuk Kang Emil
Jalan-jalan di pedesaan diperbaiki supaya rakyat bisa dengan mudah mengangkut hasil buminya dijual ke kota.

Drs.Sayid Toyo (Urang Bandung terah Ciawi Tasikmalaya)
Pekerjaan: Guru Penilik

Pesan untuk Kang Emil (Gubernur Jabar)

Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah rasa aman dari begal dan isu bahkan kejadian penyiksaan para ulama. Selain itu kepedulian aparatur pemerintah terhadap kesehatan masyarakat juga harus ditingkatkan terutama kesehatan ibu hamil dan balita dari kalngan ekonomi lemah.

Dan saya sebagai orang Ciawi, saya mohon sarana jalan di Jawa Barat di pelosok-pelosok daerah diperbaiki dan dibuatkan, terutama Cisinga (Ciawi-Singaparna) agar dituntaskan hingga rakyat bisa mengangkut hasil buminya ke kota , karena kita tahu saran ajalan penting sekali untuk meningkatkan roda perekonomian.

Jajang S. (Warga Puncak Cisarua Bogor)
Pekerjaan: Wiraswasta

Pesan kepada Kang Emil
Sebelumnya saya ucapkan wilujeng mancen janten gupernur kepada Kang Emil semoga amanah dicuintai rakyat Jawa Barat.

Saya sebagai orang kecil mohon kepada pak gubernur yang baru agar pedagang di sepanjang jalan puncak dilokalisir jangan diusir, mereka kebanyakan penduduk asli sementara toko-toko. Hotel dan vila mewah adalah milik pengusaha da pejabat dari Jakarta bahkan luar negeri. Jalan-jalan di sekitar pedalaman puncak juga mohon diperbaiki pak, vila-vila di kawasan serapan air ditertibkan apalagi dipakai tempat maksiat. Insyaalloh kalau bapak cinta rakyat bapak juga akan dicintai rakyat bahkan bukan tidak mungkin bapak akan didukung dan dicalonkan jadi presiden.

Dedi Kamaludin S.Pt (Limbangan – Garut)
Pekerjaan:Petani

Pesan buat Kang Emil Gubernur Jabar yang baru, Saya secara pribadi sedang dipusingkan dengan masalah sampah di kampong saya. Warga membuang sampah sembarangan hingga ke sungai, ini patut disayangkan hingga air sungai yang tadinya bening bisa dipakai mandi dan cuci ketika kemarau sekarang baud an kotor penuh sampah.

Mungkin sebabnya warga membuang sampai ke sungai itu ada beberapa faktor: Pertama tidak ada tempat pembuangan sampah, kedua, kepedulian warga terhadap lingkungan hidup sangat rendahm dan ketiga tidak adanya mesin pengolahan sampah di tiap desa/kampong. Jadi mohon kepada pemerintah untuk bisa duduk bersama dengan masyarakat mencari solusi ini.

Selain itu di Limbangan Garut sekarang sedang terjadi alih fungsi lahan, entah siapa yang merubah tata ruang, lahan pesawahan dipaksakan dijadikan pabrik (sepatu) dengan dalih lebih banyak menyerap lapangan kerja, sementara dampaknya yang justru sangat merugikan tidak dipikirkan. Karena dengan adanya pabrik otomatis tatanan budaya masyarakat setempat juga akan berubah dengan cepat, adanya kos-kosan, toko, ritel dan tempat hiburan akan merubah nalar-nalar polos orang desa menjadi pribadi –pribadi modern karbitan, apalagi ada pabrik sepatu yang berdampingan dengan pesantren besar dan terkenal, tentu lambat laun akan melindas tatanan moral para santrinya.

Jadi saya berharap sekali kepada gubernur yang baru bisa memberi solusi, karena buat apa suatu daerah memaksakan industrialisasi kalau hanya untuk gengsi disebut modern sementara Thailand, Vietnam menjelma jadi Negara kaya dan maju karena pertanian. Ingatlah Negara kita adalah Negara agraris, jangan sampai jadi pengimpor padi dan singkong, sangat ironis!

Lili Sofarli SH.(Kabupaten Subang )
Pekerjaan:Wiraswasta

Pesan buat Kang Emil
Harepan sim kuring kanggo Kang Ridwan Kamil salaku Gubernur Jawa Barat nu anyar mugia sing tiasa ngajantenkeun Jawa Barat nu Repeh Rapih Kerta Raharja. Langkung sae ti kamari.

Semoga saja ini jadi perhatian. |JBS/AGPS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.