Home Bogor KH Maruf Amin: Ijin IMB Masjid Imam Ahmad Harusnya Win-win

KH Maruf Amin: Ijin IMB Masjid Imam Ahmad Harusnya Win-win

433
0

JABARSATU – Perdebatan terkait keberadaan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal yang berdiri di Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor, pada akhirnya berhasil membuat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin angkat suara.

Maruf mengungkapkan permasalahan yang timbul berkaitan dengan pembekuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Masjid Imam Ahmad oleh Wali Kota Bogor ataupun protes yang dikeluarkan oleh masyarakat dapat diselesaikan dengan cara yang baik alias win-win solution.

Dirinya juga menyebutkan pihak-pihak yang berusaha untuk menekan wali kota segera membekukan IMB Masjid Imam Ahmad bin Hanbal merupakan kalangan intoleran. Dan jika mereka sudah sangat keterlaluan, sebaiknya segera diatasi dengan peringatan, seperti yang diwartakan Jawapos.com

“Kalau misalnya ada masyarakat bersikap kurang baik menghantam atau menekan wali kota, itu kan sikap intoleran dan memang harus dicegah dan harus diperingatkan. Jika memang tidak bisa, masih juga bersikap intoleran, ya harus dihentikan dan wali kota harus juga tegas,” katanya, dikutip Jawapos.com, Rabu (13/9/2017).

Lebih lanjut Maruf menambahkan, bahwa sebenarnya izin pembangunan terhadap tempat ibadah tersebut sudah berjalan cukup lama dan hanya menambah luas dari bangunan yang sudah ada sebelumnya. Bahkan kegiatan peribadatan sudah berjalan tak kurang dari lima tahun lamanya.

“Kenapa baru sekarang dipermasalahkan, jangan digunakan untuk momentum tahun politik buat kepentingan pribadi,” tukas KH Maruf Amin dengan pedas mengkritik permasalahan terkait IMB Masjid Imam Ahmad tersebut.

Ribuan warga melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Balai Kota Bogor, Selasa (29/8), mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera mengeluarkan pembekuan surat IMB terhadap pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal, seperti yang diwartakan oleh Kompas.com.

“IMB kita bekukan. Permohonan dari warga itu pembekuan. Kita respon itu. Seluruh kegiatan tidak boleh ada dulu,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, ketika ditemui usai pertemuan dengan para pengunjuk rasa di Balai Kota Bogor, dikutip Kompas.com, Selasa (29/8/2017).

Ditambahkan, jika menelusuri hasil kajian, pengelola masjid sebenarnya telah memiliki surat IMB yang sebelumnya dan terbukti legal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sejumlah masyarakat yang berada di sekitar merasakan polemik yang menyangkut masalah sosial. |JBS/RED/koresponden BGR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.