Home Bandung Di Bogor Ada 132 Orang PNS Menjanda Dan 12 PNS...

Di Bogor Ada 132 Orang PNS Menjanda Dan 12 PNS Menduda

194
0
Pegawai Negeri Pemko Batam meninggalkan dataran Engku Putri usai melaksanakan upacara, Senin (29/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

JABARSATU – Setiap tahun, Pemerintah Kota Bogor diramaikan oleh isu banyaknya Pegawai Kota Bogor (PNS) yang melakukan perceraian.  Menurut data tahun 2017 dari 7.581 orang pegawai negeri sipil kota Bogor, terdapat 132 orang PNS yang menjanda, dan 12 orang PNS yang menduda. Hal tersebut menurut data Simpeg di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA).

Kepala BKPSDA Kota Bgoor Fetty Qondarsyah mengatakan, untuk data tersebut, dikarenakan beberapa faktor yang dihadapi oleh PNS tersebut, ia menyebut hal yang paling dominan terjadinya perceraian di PNS Kota Bogor, adalah faktor kecocokan dan kurangnya berkomunikasi antara satu sama lain.

“Untuk faktor ekonomi PNS sendiri biasanya tidak mempengaruhi perceraian. Ada faktor lain yang membuat PNS melakukan perceraian, bisa jadi salah satunya dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga kasus perselingkuhan. Ada juga yang menjanda karena suaminya meninggal, untuk faktor orang ketiga saat ini jarang terjadi, walaupun dahulu pernah ada. Apalagi faktor ekonomi tidak mempengaruhi, paling ketidak cocokan saja kedua belah pihak,” ungkapnya

Fetty menuturkan, banyak PNS wanita yang lebih dulu mengajukan cerai kepada suaminya karena tak tahan dengan tingkah laku sang suami. Suami terkadang memiliki alasan ketidak cocokan dan faktor utamanya adalah komunikasi yang kurang, padahal harusnya komunikasi itu diutamakan.

“Kalau untuk yang KDRT, ada yang mengajukan cerai. Tetapi memang ada juga beberapa yang ditalak suaminya. Data tahun 2016 ada 7 PNS yang bercerai dan tahun ini masih proses 10 calon PNS yang bercerai,” paparnya.

Ia mengungkapkan, untuk data PNS yang menjanda semua terdata di BKPSDA, karena PNS pertama mendatangi ke BKPSDA. Kemudian saat menikah juga didata dan saat bercerai pasti datang ke BKPSDA untuk dimintai keterangan.

“Sebelum bercerai mereka dipanggil dahulu mau perempuannya atau laki-laki nya. Kalau sudah tidak bisa bersama lagi barulah diserahkan kedapa kedua pihak dan melaporkan kepada kami,” ungkap Fetty.

Fetty menekankan, pihaknya telah berupaya agar setiap PNS di lingkungan Pemkot Bogor tidak melakukan perceraian, terkadang dirinya harus memanggil setiap PNS yang mengajukan perceraian ke BKPSDA untuk melakukan mediasi agar tidak bercerai.

“Banyak yang tidak jadi cerai juga, tapi ada yang sudah bercerai nikah lagi. Data terakhir untuk janda 132 dan duda ada 12, saat ini tim TP PKK Kota Bogor juga sedang mensosialisasikan membangun rumah tangga yang harmonis di Kota Bogor,” pungkasnya.(rmol/JBS/MD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.